Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Usai Divonis 7 Tahun, Ammar Zoni Dipindah ke Lapas Nusakambangan

    May 9, 2026

    FOTO: Kegagalan Persipura ke Super League Berujung Ricuh

    May 9, 2026

    Menag: Tidak Semua Hadiah Gratifikasi

    May 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • News
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram
    My ShopMy Shop
    • News
    • Politik
    • LHKPN
    • Ekonomi
    • Timeless
    My ShopMy Shop
    Home»Uncategorized»Ilmuwan Ungkap Benua Afrika Terbelah Lebih Cepat, Tak Bisa Dihentikan
    Uncategorized

    Ilmuwan Ungkap Benua Afrika Terbelah Lebih Cepat, Tak Bisa Dihentikan

    adminBy adminMay 9, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email



    Jakarta, CNN Indonesia —

    Para ahli geologi menemukan benua Afrika akan terbelah menjadi dua bagian lebih cepat. Proses terbelahnya benua ini sudah lebih jauh dari yang diperkirakan ilmuwan, dan prosesnya tak bisa dihentikan lagi.

    Studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications mengungkap bahwa kerak Bumi di pusat Retakan Turkana, kawasan yang membentang di Kenya dan Ethiopia, kini ketebalannya hanya sekitar 13 kilometer. Angka itu jauh lebih tipis dibandingkan bagian tepi rift yang masih lebih dari 35 kilometer.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    “Kami menemukan bahwa retakan di zona ini lebih maju, dan keraknya lebih tipis, dari yang pernah disadari siapa pun,” kata Christian Rowan, peneliti dari Lamont-Doherty Earth Observatory, Columbia University, sekaligus penulis utama studi ini, melansir Science Alert, Jumat (1/5).

    Ketika kerak di zona retakan menipis hingga di bawah 15 kilometer, ia memasuki fase yang disebut necking, tahap kritis sebelum benua benar-benar terpisah dan samudra baru terbentuk.





    “Semakin tipis keraknya, semakin lemah ia, dan itu justru mendorong retakan terus berlanjut,” ujar Rowan.

    Retakan Turkana adalah satu-satunya retakan aktif di Bumi yang saat ini tengah mengalami fase necking. Proses pemisahan ini bermula sekitar 45 juta tahun lalu, dipicu oleh pergerakan lempeng Afrika dan Somalia yang saling menjauh dengan kecepatan sekitar 4,7 milimeter per tahun.

    Dalam beberapa juta tahun ke depan, retakan ini akan memasuki fase berikutnya: oseanisasi. Pada fase ini, kerak Bumi akan meregang begitu tipis hingga magma meletus dari bawahnya, membentuk cekungan yang kelak menjadi dasar laut baru seiring masuknya air dari Samudra Hindia.

    Proses serupa sudah mulai terjadi di Cekungan Afar yang terletak di timur laut Afrika dekat Laut Merah.

    Untuk memahami konteksnya, susunan benua di Bumi saat ini terasa konstan, padahal mereka selalu bergerak, meski sangat lambat. Lebih dari 200 juta tahun lalu, seluruh daratan menyatu dalam satu superbenua.

    Menurut para ilmuwan, di masa depan sebagian besar benua diprediksi akan kembali bersatu. Ketika dua lempeng tektonik bertemu, pegunungan terbentuk dan ketika mereka menjauh, lautan tercipta.

    Sistem Retakan Afrika Timur adalah contoh nyata skenario kedua. Lempeng Afrika saat ini sedang terbelah menjadi dua: lempeng Nubia yang masif di sebelah barat, mencakup sebagian besar benua; dan lempeng Somalia yang lebih kecil, mencakup sebagian besar pesisir timur dan Pulau Madagaskar.

    Untuk studi ini, para ilmuwan memfokuskan perhatian pada Retakan Turkana dan menganalisis data seismik yang sebelumnya diambil di kawasan tersebut.

    Temuan ini semakin menarik karena implikasinya bagi sejarah manusia. Kawasan Retakan Turkana selama ini dikenal kaya akan fosil hominin awal dan dianggap sebagai lokasi penting dalam evolusi manusia.

    Namun yang mengejutkan, fase necking yang dimulai sekitar 4 juta tahun lalu bersamaan persis dengan usia fosil hominin tertua yang ditemukan di kawasan itu. Bagi para peneliti, ini bukan kebetulan.

    “Kebetulan waktu antara transisi tektonik ini dan munculnya lapisan fosil yang tebal dan berkelanjutan menunjukkan bahwa fase necking menyediakan kondisi kritis bagi pelestarian fosil,” tulis para peneliti dalam studinya.

    “Kami mengusulkan bahwa perubahan tektonik ini memainkan peran mendasar dalam membentuk catatan paleoantropologi luar biasa di Kawasan Retakan Turkana,” lanjutnya.

    (dmi/dmi)


    Add

    as a preferred
    source on Google




    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    admin
    • Website

    Related Posts

    Usai Divonis 7 Tahun, Ammar Zoni Dipindah ke Lapas Nusakambangan

    May 9, 2026

    FOTO: Kegagalan Persipura ke Super League Berujung Ricuh

    May 9, 2026

    Menag: Tidak Semua Hadiah Gratifikasi

    May 9, 2026

    Joe Taslim Ingin Lebih Banyak Adu Hantam di Mortal Kombat

    May 9, 2026

    VIDEO: Minyakita Langka dan Mahal, Warga Mulai Mengeluh

    May 9, 2026

    Begini Cara Daftar Masuk Raudhah di Masjid Nabawi

    May 9, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Usai Divonis 7 Tahun, Ammar Zoni Dipindah ke Lapas Nusakambangan

    By adminMay 9, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Selebritas Muhammad Ammar Akbar alias Ammar Zoni dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Super…

    FOTO: Kegagalan Persipura ke Super League Berujung Ricuh

    May 9, 2026

    Menag: Tidak Semua Hadiah Gratifikasi

    May 9, 2026

    Joe Taslim Ingin Lebih Banyak Adu Hantam di Mortal Kombat

    May 9, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Usai Divonis 7 Tahun, Ammar Zoni Dipindah ke Lapas Nusakambangan

    May 9, 2026

    FOTO: Kegagalan Persipura ke Super League Berujung Ricuh

    May 9, 2026

    Menag: Tidak Semua Hadiah Gratifikasi

    May 9, 2026

    Joe Taslim Ingin Lebih Banyak Adu Hantam di Mortal Kombat

    May 9, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    About Us
    About Us

    Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: info@example.com
    Contact: +1-320-0123-451

    Our Picks

    Ferry Kadi, Sosok Low Profile di Balik Besarnya Bisnis Bauksit

    May 8, 2026

    Pilu Pegawai BRI Sumut, Mengaku Diberhentikan Saat Sakit. Layangkan Surat ke OJK dan DPRD

    May 8, 2026

    The Essential Back-to-Work Style Guide for Women

    January 14, 2020
    New Comments
      Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
      • News
      • Politik
      • LHKPN
      • Ekonomi
      • Timeless
      © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.