Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia —
Ada orang yang baru duduk sebentar, anak kecil sudah mendekat. Baru diajak senyum sedikit, si anak langsung nyaman, mau digendong, atau mengajak bermain seolah sudah lama kenal.
Situasi seperti ini sering dianggap sebagai bakat alami atau tanda seseorang punya aura yang disukai anak-anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian menunjukkan, anak kecil cenderung lebih mudah dekat dengan orang dewasa yang terasa aman, hangat, dan responsif. Kedekatan ini bisa mencerminkan cara seseorang membawa diri saat berinteraksi, terutama kemampuannya membuat anak merasa nyaman.
Berikut sejumlah sifat yang biasanya dimiliki orang dewasa yang mudah akrab dengan anak kecil.
1. Hangat dan mudah membuat nyaman
Kehangatan jadi faktor paling utama. Studi tentang parental warmth menunjukkan bahwa sikap hangat berperan besar dalam membangun rasa aman, empati, dan keterikatan emosional.
Dalam kehidupan sehari-hari, ini terlihat dari ekspresi wajah yang ramah, nada suara lembut, dan bahasa tubuh yang tidak mengancam. Anak kecil sangat peka terhadap sinyal-sinyal ini.
2. Peka dan responsif
Anak kecil belum bisa selalu menjelaskan apa yang mereka rasakan. Karena itu, mereka lebih mudah dekat dengan orang dewasa yang bisa membaca situasi.
Orang yang responsif terhadap kebutuhan anak, misalnya, tahu kapan harus menenangkan atau mengajak bermain, cenderung membangun interaksi yang lebih positif dan nyaman.
3. Punya sisi playful atau suka bermain
Orang yang tidak terlalu kaku biasanya lebih mudah masuk ke dunia anak. Penelitian tentang parental playfulness menemukan bahwa sifat suka bermain berkaitan dengan interaksi yang lebih hangat dan mendukung perkembangan anak. Dalam praktiknya, ini bisa berupa bercanda, meniru ekspresi anak, atau sekadar mau ikut permainan sederhana.
4. Fleksibel dan bisa mengikuti momen
Tidak semua interaksi dengan anak bisa diatur seperti percakapan orang dewasa. Pentingnya fleksibilitas atau kemampuan untuk mengikuti ritme anak dan ikut serta dalam momennya.
Orang yang terlalu kaku atau terlalu formal biasanya lebih sulit nyambung dengan anak kecil.
5. Ramah dan tidak mengintimidasi
Orang yang mudah akrab dengan anak kecil juga sering dikaitkan dengan sifat agreeableness, ramah, sabar, dan kooperatif. Sifat ini berkaitan dengan interaksi sosial yang lebih positif.
Bagi anak kecil, orang yang tidak terasa menekan akan lebih mudah didekati.
6. Emosinya stabil
Anak kecil cenderung cepat merasa tidak nyaman pada orang yang ekspresinya berubah-ubah atau terlalu intens. Sebaliknya, orang dewasa yang tenang dan bisa diprediksi membuat anak merasa lebih aman. Ini berkaitan dengan regulasi emosi yang baik dalam interaksi.
7. Tidak terlalu dominan
Anak kecil butuh waktu untuk merasa aman. Orang dewasa yang tidak memaksa, tidak terlalu mengatur, dan memberi ruang biasanya lebih mudah diterima. Penting pula memberi ruang bagi anak untuk mendekat dengan caranya sendiri.
Perlu diingat bahwa interaksi dengan anak kecil bukan alat ukur untuk mengetahui karakter yang mutlak. Mereka bisa cepat dekat karena merasa aman, tertarik, atau terhibur, bukan berarti orang tersebut pasti punya kepribadian sempurna secara keseluruhan.
Meski begitu, kemampuan membuat anak merasa nyaman tetap jadi sinyal positif. Setidaknya, itu menunjukkan gaya interaksi yang ramah dan suportif, sesuatu yang juga penting dalam relasi dengan siapa pun.
(anm/asr)
Add

as a preferred
source on Google

