Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jari Teriris Pisau, Cintau Laura Jalani Operasi

    May 9, 2026

    VIDEO: Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Masyarakat Diminta Waspada

    May 9, 2026

    Sempat Jadi Perantara, Eks Dewan OpenAI Jadi Saksi di Sidang Elon Musk

    May 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • News
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram
    My ShopMy Shop
    • News
    • Politik
    • LHKPN
    • Ekonomi
    • Timeless
    My ShopMy Shop
    Home»Uncategorized»Risiko IQ Rendah Bayi Prematur, Pelukan Ibu Jadi Kunci Kesehatan Otak
    Uncategorized

    Risiko IQ Rendah Bayi Prematur, Pelukan Ibu Jadi Kunci Kesehatan Otak

    adminBy adminMay 9, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email



    Jakarta, CNN Indonesia —

    Kelahiran prematur bukan sekadar perkara bayi yang lahir ‘lebih cepat’. Di balik tubuh mungilnya yang berjuang di dalam inkubator, ada perkembangan organ vital yang terhenti sebelum waktunya, terutama otak.

    Melansir Stanford Medicine, riset terbaru mengungkap bahwa bayi yang lahir prematur memiliki risiko gangguan kognitif (IQ) lebih rendah hingga potensi gangguan psikiatrik saat beranjak dewasa.

    Hal ini dipicu oleh perubahan fisik permanen pada struktur otak yang terbawa hingga usia produktif.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Studi kolaboratif dari Stanford, Yale, dan Brown University menemukan bahwa pada usia 8 tahun, anak-anak yang lahir prematur memiliki volume otak yang lebih kecil dibandingkan anak yang lahir cukup bulan. Pengurangan volume ini terjadi pada area cerebral cortex yang bertanggung jawab atas kemampuan membaca, bahasa, emosi, dan perilaku.

    “Ini seperti kita melihat gema atau ‘echo’ dari ledakan besar kelahiran prematur bahkan saat anak sudah berusia 8 tahun,” ujar Allan Reiss, profesor dari Stanford University.

    Data menunjukkan bahwa bayi laki-laki prematur cenderung lebih rentan mengalami gangguan ini dibandingkan bayi perempuan. Hal ini diduga karena faktor genetik, bayi perempuan memiliki dua kromosom X yang memberikan perlindungan tambahan terhadap stres lingkungan saat lahir prematur.

    Otak belum matang

    Secara medis, otak bayi mencapai kematangan ideal pada usia kehamilan 37 minggu. Jika lahir sebelumnya, perkembangan otak di dalam rahim terputus.

    “Otak bayi prematur itu belum matang. Masih licin, masih kosong ibaratnya,” jelas I Gusti Nyoman Partiwi yang menjabat sebagai Ketua SMF Anak RSIA Bunda Jakarta dalam keterangannya.

    Kondisi ini diperparah dengan risiko peradangan (inflammation) dan stres oksidatif yang merusak white matter, yakni jaringan saraf yang berfungsi sebagai kabel komunikasi antar wilayah otak.

    Akibatnya, proses berpikir eksekutif, regulasi emosi, hingga kemampuan perencanaan bisa terganggu secara permanen hingga dewasa.

    Inkubator terbaik adalah dada ibu

    Meski tantangan medis terlihat berat, teknologi bukan satu-satunya jawaban dokter yang akrab disapa Tiwi itu juga menekankan bahwa fungsi orang tua tidak bisa digantikan oleh mesin secanggih apa pun.

    “Inkubator yang paling bagus itu dada ibunya. Pelukan ibunya,” tegas Tiwi.

    Di unit perawatan intensif bayi (NICU) modern, orang tua kini dilibatkan sebagai bagian integral, bukan sekadar pengamat. Metode Kangaroo Mother Care (KMC) atau perawatan metode kanguru menjadi kunci.

    Suara detak jantung dan napas ibu saat berpelukan adalah rangsangan sensorik yang membantu otak bayi berkembang, meniru kondisi di dalam rahim.

    Selain pelukan, ASI menjadi fondasi kesehatan jangka panjang bayi prematur. Menariknya, komposisi ASI ibu yang melahirkan prematur secara alami berbeda dengan ibu yang melahirkan cukup bulan.

    Nutrisi di dalamnya telah terprogram oleh alam untuk memenuhi kebutuhan spesifik bayi prematur, baik untuk imunitas maupun perkembangan jaringan lemak di otak.

    Dukungan emosional dan nutrisi alami ini diharapkan menjadi ‘surfaktan’ bagi otak, sebuah agen pelindung yang membantu mematangkan organ sebelum waktunya.

    Kelahiran prematur memang memberikan langkah awal yang berbeda, namun dengan keterlibatan aktif orang tua sejak di NICU, risiko gangguan saraf dapat dimitigasi demi masa depan anak yang lebih sehat.

    (tis/tis)


    Add

    as a preferred
    source on Google





    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    admin
    • Website

    Related Posts

    Jari Teriris Pisau, Cintau Laura Jalani Operasi

    May 9, 2026

    VIDEO: Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Masyarakat Diminta Waspada

    May 9, 2026

    Sempat Jadi Perantara, Eks Dewan OpenAI Jadi Saksi di Sidang Elon Musk

    May 9, 2026

    KOI Tegaskan Efisiensi Anggaran Tak Boleh Ganggu Target di Asian Games

    May 9, 2026

    Hasil Piala Asia U-17: Diwarnai Pemukulan, Indonesia Dihajar Qatar

    May 9, 2026

    Kemenhaj Cek Kesiapan Armuzna, Fasilitas Toilet Jadi Sorotan

    May 9, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Jari Teriris Pisau, Cintau Laura Jalani Operasi

    By adminMay 9, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Kabar kurang mengenakkan datang dari penyanyi Cinta Laura. Ia baru saja menjalani…

    VIDEO: Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Masyarakat Diminta Waspada

    May 9, 2026

    Sempat Jadi Perantara, Eks Dewan OpenAI Jadi Saksi di Sidang Elon Musk

    May 9, 2026

    Risiko IQ Rendah Bayi Prematur, Pelukan Ibu Jadi Kunci Kesehatan Otak

    May 9, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Jari Teriris Pisau, Cintau Laura Jalani Operasi

    May 9, 2026

    VIDEO: Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Masyarakat Diminta Waspada

    May 9, 2026

    Sempat Jadi Perantara, Eks Dewan OpenAI Jadi Saksi di Sidang Elon Musk

    May 9, 2026

    Risiko IQ Rendah Bayi Prematur, Pelukan Ibu Jadi Kunci Kesehatan Otak

    May 9, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    About Us
    About Us

    Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: info@example.com
    Contact: +1-320-0123-451

    Our Picks

    Ferry Kadi, Sosok Low Profile di Balik Besarnya Bisnis Bauksit

    May 8, 2026

    Pilu Pegawai BRI Sumut, Mengaku Diberhentikan Saat Sakit. Layangkan Surat ke OJK dan DPRD

    May 8, 2026

    The Essential Back-to-Work Style Guide for Women

    January 14, 2020
    New Comments
      Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
      • News
      • Politik
      • LHKPN
      • Ekonomi
      • Timeless
      © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.