Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Persipura Gagal ke Super League, Suporter Ricuh hingga Mobil Terbakar

    May 8, 2026

    Ratusan WNA di Batam Ditangkap Terkait Penipuan Online

    May 8, 2026

    Westlife Sendiri yang Minta Stadion Utama GBK untuk Konser 25 Tahun

    May 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • News
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram
    My ShopMy Shop
    • News
    • Politik
    • LHKPN
    • Ekonomi
    • Timeless
    My ShopMy Shop
    Home»Uncategorized»Apa Benar Banyak Memendam Amarah dan Emosi Bikin Cepat Mati?
    Uncategorized

    Apa Benar Banyak Memendam Amarah dan Emosi Bikin Cepat Mati?

    adminBy adminMay 8, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email



    Jakarta, CNN Indonesia —

    Marah dipendam, sedih ditutupi, kecewa diabaikan. Bagi sebagian orang, menahan emosi dianggap sebagai cara paling aman untuk menghindari konflik, menjaga citra agar terlihat kuat, atau sekadar menjaga keharmonisan hubungan dengan orang lain.

    Padahal, kebiasaan memendam perasaan secara terus-menerus bukanlah pilihan yang bijak. Lantas, benarkah kebiasaan ini dapat memperburuk kondisi tubuh hingga dikaitkan dengan risiko kematian dini?



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Mengutip Journal of Psychosomatic Research, kondisi ini dikenal sebagai emotional suppression, yakni upaya sadar untuk menahan atau menyembunyikan emosi yang sebenarnya dirasakan. Meski sekilas tampak sepele, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan ini berdampak sistemik pada kesehatan mental dan fisik dalam jangka panjang.

    Saat seseorang menahan emosi, tubuh sebenarnya tetap merespons tekanan tersebut secara biologis. Rasa marah, cemas, atau sedih yang tidak tersalurkan membuat tubuh berada dalam kondisi stres yang berkepanjangan.

    Akibatnya, sistem biologis terus bekerja ekstra seolah-olah sedang menghadapi ancaman nyata.

    Emotional suppression berkaitan erat dengan peningkatan allostatic load, yakni beban biologis akibat stres kronis yang menumpuk pada tubuh. Kondisi ini mengganggu keseimbangan hormon stres, meningkatkan tekanan darah, merusak kualitas tidur, hingga melemahkan sistem kekebalan tubuh.

    Ancaman kematian dini

    Sebuah studi yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health (NIH) menemukan temuan yang cukup mengkhawatirkan. Individu dengan tingkat emotional suppression yang tinggi memiliki peningkatan risiko all-cause mortality atau kematian dari berbagai penyebab, termasuk kanker, selama masa pemantauan 12 tahun.

    Peneliti menyimpulkan adanya kaitan antara kebiasaan menekan emosi dengan risiko kematian lebih awal. Namun, para ahli menekankan bahwa hubungan ini bersifat asosiasi.

    Artinya, tidak serta-merta setiap orang yang menahan emosi akan mengalami kematian dini, karena kesehatan tetap dipengaruhi faktor lain seperti pola hidup, kondisi mental, dan dukungan sosial.

    Mengapa dampaknya begitu besar?

    Menekan emosi bukan berarti melenyapkannya. Tubuh dan otak tetap bekerja memproses tekanan tersebut. Secara kasatmata seseorang mungkin tampak tenang, namun di dalam dirinya terjadi ‘badai’ stres biologis.

    Beberapa dampak negatif dari kebiasaan suppression antara lain:

    • Sulit merasakan kelegaan emosional.

    • Mudah mengalami kelelahan mental (emotional fatigue).

    • Kesulitan membangun hubungan sosial yang jujur dan sehat.

    • Rentan mengalami burnout atau kelelahan luar biasa.

    [Gambas:Video CNN]

    Penting untuk dipahami bahwa melepaskan emosi bukan berarti mengeluarkannya tanpa kontrol atau meledak-ledak. Ada perbedaan mendasar antara mengelola emosi (emotion regulation) dengan memendamnya.

    Berikut adalah beberapa cara sehat untuk mengekspresikan emosi tanpa harus menyakiti diri sendiri maupun orang lain:

    1. Validasi Perasaan: Kenali dan terima emosi yang sedang dirasakan tanpa menghakimi diri sendiri.

    2. Katarsis yang Aman: Cari saluran yang tepat, seperti menulis jurnal, berolahraga, atau melakukan hobi.

    3. Bercerita: Temukan orang kepercayaan atau kerabat yang bisa menjadi pendengar yang baik.

    4. Bantuan Profesional: Jangan ragu menghubungi psikolog atau konselor jika emosi terasa terlalu berat untuk ditanggung sendiri.

    Emosi adalah bagian tak terpisahkan dari kemanusiaan kita. Menahannya sesekali mungkin tidak menjadi masalah besar, namun menjadikannya gaya hidup adalah bom waktu bagi kesehatan Anda.

    (anm/tis)


    Add

    as a preferred
    source on Google





    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    admin
    • Website

    Related Posts

    Persipura Gagal ke Super League, Suporter Ricuh hingga Mobil Terbakar

    May 8, 2026

    Ratusan WNA di Batam Ditangkap Terkait Penipuan Online

    May 8, 2026

    Westlife Sendiri yang Minta Stadion Utama GBK untuk Konser 25 Tahun

    May 8, 2026

    Polisi Tetapkan 4 Tersangka Pengeroyokan Wisatawan Surabaya di Malang

    May 8, 2026

    Polri Ajukan Red Notice Syekh Ahmad Al Misry

    May 8, 2026

    Gunung Dukono Tertutup untuk Umum Saat 20 Pendaki Terjebak Erupsi

    May 8, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Persipura Gagal ke Super League, Suporter Ricuh hingga Mobil Terbakar

    By adminMay 8, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Suporter mendadak ricuh setelah Persipura Jayapura gagal lolos ke Super League usai…

    Ratusan WNA di Batam Ditangkap Terkait Penipuan Online

    May 8, 2026

    Westlife Sendiri yang Minta Stadion Utama GBK untuk Konser 25 Tahun

    May 8, 2026

    Apa Benar Banyak Memendam Amarah dan Emosi Bikin Cepat Mati?

    May 8, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Persipura Gagal ke Super League, Suporter Ricuh hingga Mobil Terbakar

    May 8, 2026

    Ratusan WNA di Batam Ditangkap Terkait Penipuan Online

    May 8, 2026

    Westlife Sendiri yang Minta Stadion Utama GBK untuk Konser 25 Tahun

    May 8, 2026

    Apa Benar Banyak Memendam Amarah dan Emosi Bikin Cepat Mati?

    May 8, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    About Us
    About Us

    Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: info@example.com
    Contact: +1-320-0123-451

    Our Picks

    Ferry Kadi, Sosok Low Profile di Balik Besarnya Bisnis Bauksit

    May 8, 2026

    Pilu Pegawai BRI Sumut, Mengaku Diberhentikan Saat Sakit. Layangkan Surat ke OJK dan DPRD

    May 8, 2026

    The Essential Back-to-Work Style Guide for Women

    January 14, 2020
    New Comments
      Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
      • News
      • Politik
      • LHKPN
      • Ekonomi
      • Timeless
      © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.