Angin segar terus berembus di Old Trafford. Manchester United kian naik daun, tancap gas, dan siap melenggang di papan atas Premier League musim 2025/2026.
Kebangkitan Setan Merah bermula saat Michael Carrick didaulat sebagai pelatih interim. Carrick menggantikan Ruben Amorim yang didepak dari kursi kepelatihan.
Bersama sang legenda, segalanya seakan lebih mudah bagi skuad Manchester Merah. Kepercayaan diri tim pun ikut terdongkrak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laga pertama Carrick menukangi Man United langsung berhadapan dengan rival sekota, Manchester City. Bukan laga sembarangan, melainkan derbi penuh gengsi.
Namun Setan Merah tak gentar. Man United sukses melibas Man City yang selama satu dekade terakhir berstatus raja Liga Inggris.
Kemenangan atas The Citizens itu seolah membuka jalan lapang bagi pasukan The Red Devils. Keperkasaan mereka terus berlanjut tanpa hambatan berarti.
Carrick pun mengukir torehan impresif: tujuh laga beruntun tanpa kekalahan. Lima kemenangan dan dua hasil imbang menjadi bukti kebangkitan.
Dalam 13 laga yang sudah ditangani Carrick, Man United meraih sembilan kemenangan. Dua kekalahan dan dua hasil imbang memang masih menjadi catatan, namun angka itu tak mengurangi kilau Setan Merah.
Berkat performa gemilang itu, Man United kini bercokol di posisi tiga klasemen Liga Inggris dengan koleksi 61 poin.
Kini ada ujian lain yang berat di pengujung musim. Man United akan menjamu Liverpool di Old Trafford, Minggu (3/5) pukul 21.30 WIB.
Ini adalah kali kedua Man United dan Liverpool berjumpa di musim ini. Pada putaran pertama Liga Inggris Oktober 2025 lalu, Man United sukses menggasak Liverpool 2-1 di Anfield.
Menuju duel pada paruh kedua ini, Setan Merah tampil lebih perkasa. Mereka mengungguli Liverpool di klasemen.
Meski demikian, Liverpool jelas bukan lawan yang patut diremehkan. Si Merah punya modal tersendiri untuk membalikkan keadaan di Old Trafford.
Baca lanjutan analisis ini di halaman selanjutnya>>>
Liverpool memang sempat terseok-seok dan terpental dari zona Liga Champions musim depan. Namun pasukan Arne Slot perlahan menemukan kembali tajinya.
Usai kalah dari Paris Saint-Germain (PSG) dan tersingkir di Liga Champions, Liverpool langsung bangkit dengan dua kemenangan beruntun atas Everton dan Crystal Palace di liga.
Pulihnya Alexander Isak dari patah tulang fibula menjadi kabar baik bagi tim asal Merseyside yang sebelumnya sempat dipusingkan oleh absennya Hugo Ekitike.
Kini Liverpool tengah menempel ketat Man United di posisi keempat. Selisih tipis itu menjadikan duel Minggu ini semakin krusial dan penuh tensi.
Alarm bahaya pun berbunyi di kubu Man United. Liverpool yang sedang dalam tren positif bisa saja jadi batu sandungan bagi Carrick dan pasukannya.
Satu data menarik muncul dari catatan ESPN. Liverpool hanya memenangkan satu dari 12 pertandingan saat menghadapi tim yang pada hari itu menghuni tiga besar klasemen. Empat kekalahan dan tujuh hasil imbang mewarnai jejak The Reds dalam skenario itu.
Di sisi lain, jika Man United mampu menang, mereka akan mencatat sejarah yang sudah lama pudar. Kemenangan ganda atas Liverpool dalam satu musim Liga Inggris.
Terakhir kali The Red Devils mencatatkan kemenangan ganda kontra The Reds adalah musim 2015/2016. Ketika itu Man United asuhan Louis van Gaal menang 3-1 dan 1-0 atas Liverpool.
Namun jika ditelisik dari 19 pertemuan terakhir di Liga Inggris, Man United hanya tiga kali menang. Liverpool berjaya tujuh kali, sementara sembilan laga sisanya, kedua tim berbagi angka.
Data itu menunjukkan betapa sengitnya rivalitas kedua tim. Tidak ada yang bisa dianggap enteng, termasuk Man United yang sedang dalam tren menanjak.
Di tengah persaingan itu, satu subplot menarik tersaji dari kubu tuan rumah. Kapten Man United, Bruno Fernandes, berada di ambang memecahkan rekor sensaional Liga Inggris.
Bruno kini telah mengemas 19 assist di Premier League. Rekor assist terbanyak dalam satu musim masih dipegang Thierry Henry dan Kevin De Bruyne dengan total 20 assist.
Laga kontra Liverpool bisa jadi panggung emas bagi motor serangan MU. Setidaknya dua assist di hadapan publik sendiri akan cukup untuk mengukir nama Bruno dalam sejarah Liga Inggris dan Man United.