Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    FOTO: Melihat Pesona Flower Moon di Penjuru Dunia

    May 2, 2026

    Seru dan Efektif, Ini 6 Manfaat Cardio Dance untuk Tubuh

    May 2, 2026

    PSBS Jadi Tim Pertama yang Terdegradasi, Telan 9 Kekalahan Beruntun

    May 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • News
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram
    My ShopMy Shop
    • News
    • Politik
    • LHKPN
    • Ekonomi
    • Timeless
    My ShopMy Shop
    Home»Uncategorized»Sopir Akui Mesin Mobil Tak Mati Sebelum Tertabrak Kereta di Grobogan
    Uncategorized

    Sopir Akui Mesin Mobil Tak Mati Sebelum Tertabrak Kereta di Grobogan

    adminBy adminMay 2, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email



    Jakarta, CNN Indonesia —

    Ada pengakuan terbaru dari sopir mobil rombongan pengantar haji yang tertemper Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Jumat (1/5) dini hari kemarin.

    Sebelumnya, polisi menyatakan mobil mengalami mati mesin ketika akan melewati perlintasan sebidang yang swadaya dikelola warga tersebut sebelum tertabrak kereta. Namun, berdasarkan keterangan terbaru dari sopir–yang masih satu keluarga dengan para korban–mengatakan mobil itu tak mengalami mati mesin.

    Kasat Lantas Polres Grobogan, AKP Kumala Enggar Anjarani melalui Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo, sopir dengan nama Kardi (50) yang mengalami luka-luka dalam peristiwa itu mengaku malam itu suasananya berkabut.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Tapi, sebab salah satu korban tewas masih keluarga yang bersangkutan, kepolisian belum bisa banyak menggali keterangan dari yang bersangkutan.

    “Mohon maaf, untuk pengemudi sementara baru berduka cita karena anaknya meninggal dunia juga. Sementara kita bisa minta keterangan dari pengemudi dan menjelaskan saat itu mesin tidak mati,” kata Eko, Jumat (1/5) dikutip dari detikJateng.





    Eko menyebut saat kejadian, pengemudi mengaku jarak pandangnya terbatas, karena adanya kabut. Keterangan tersebut juga diperkuat dengan temuan saat tertabrak, posisi mobil hanya roda depannya saja yang berada di atas rel KA.

    “Pandangan benar-benar terbatas karena adanya kabut, hanya 10 meter. Tadi (informasi mati mesin) itu hanya laporan sementara, karena untuk posisi yang di atas rel itu hanya ban depannya saja,” ujar Eko.

    Meski jarak pandang terbatas itu, pengemudi merasa yakin untuk melintasi perlintasan sebidang tersebut. Pasalnya, kendaraan di depannya juga melintas dengan aman.

    “Pengemudi menjelaskan kendaraan di depan yang melintas aman, tidak ada kereta api sehingga dia melintas. Saat melintas tiba-tiba baru melangkah ban depannya itu baru masuk ke rel yang sebelah selatan itu langsung ditabrak kereta,” tutur Eko.

    Eko juga menyampaikan setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lebih lanjut, diketahui lokasi kejadian tersebut berada di Desa Sidorejo, bukan Desa Tuko sebagaimana yang disampaikan sebelumnya.

    “Relnya itu yang sebelah selatan masuk Desa Sidorejo, rel yang sebelah utara itu masuk Desa Tuko. Jadi kejadiannya itu pertama kali kita menyebutkan adalah Tuko, tetapi setelah kita bertanya-tanya, melaksanakan olah TKP hari ini, TKP ini berada di desa si Sidorejo Kecamatan Pulokulon,” jelas Eko.

    Keterangan kepala dusun

    Dalam mobil nahas itu berisi sembilan orang yang bagian dari rombongan pengantar calon jemaah haji. Lima orang di antaranya tewas, dan sisanya mengalami luka-luka.

    Kecelakaan itu terjadi pada Jumat dini hari kemarin, pukul 02.52 WIB.

    Insiden ini terjadi saat mobil tersebut hendak berangkat menuju ke Pendopo Kabupaten Grobogan untuk mengantar pasangan Sadi dan Wartini yang akan berangkat ke Tanah Suci untuk berhaji.

    Kepala Dusun Sidorejo, Heri Siswanto, mengungkap total ada enam kendaraan yang hendak mengantar pasutri Sadi dan Wartini berhaji. Setelah kejadian kecelakaan, hanya satu yang melanjutkan perjalanannya.

    “Sebenarnya rombongannya banyak, selain dari empat mobil, masih ada dua bus. Yang turut ke Solo hanya satu, yang lainnya kembali tidak jadi mengantarkan jamaah,” ujar Heri di lokasi kejadian, Jumat kemarin.

    Dia menyebut korban tewas berada di iring-iringan kedua. Korban meninggal di antaranya merupakan cucu dan besan pasangan calon haji tersebut.

    Heri menambahkan perlintasan kereta api tempat terjadinya kecelakaan biasa dijaga warga secara swadaya. Diketahui, perlintasan itu terletak di perbatasan Desa Sidorejo dengan Desa Tuko.

    “Sebenarnya untuk penjaga [perlintasan KA], dari desa sudah mengupayakan petugas atau relawan, bahkan dari Desa Sidorejo sudah mengalokasi sebuah insentif,” kata Heri.

    “Tapi [dari Desa Sidorejo] hanya [menjaga] siang hari, malam ada relawan dari desa sebelah, gantian dari Desa Tuko,” sambungnya.

    Nahas saat kejadian, tak ada relawan yang berjaga. Pihaknya pun berharap ada perlintasan kereta otomatis.

    “Saat kejadian tidak ada [yang menjaga]. Kalau yang malam kan hanya relawan, jadi kemauan sendiri, sukarela,” ujar Heri.

    [Gambas:Youtube]

    Baca berita lengkapnya di sini.

    (kid)


    Add

    as a preferred
    source on Google





    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    admin
    • Website

    Related Posts

    FOTO: Melihat Pesona Flower Moon di Penjuru Dunia

    May 2, 2026

    Seru dan Efektif, Ini 6 Manfaat Cardio Dance untuk Tubuh

    May 2, 2026

    PSBS Jadi Tim Pertama yang Terdegradasi, Telan 9 Kekalahan Beruntun

    May 2, 2026

    Uber Cup: Ana/Tiwi Kalah Usai Duel Sengit 88 Menit, Korea Unggul 2-0

    May 2, 2026

    Negosiasi Buntu, AS-Israel Bersiap Perang Lagi dengan Iran

    May 2, 2026

    Kreator Cerita Jalan Panjang Wujudkan The Devil Wears Prada 2

    May 2, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    FOTO: Melihat Pesona Flower Moon di Penjuru Dunia

    By adminMay 2, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Flower Moon atau bulan purnama pada Mei jadi salah satu momen…

    Seru dan Efektif, Ini 6 Manfaat Cardio Dance untuk Tubuh

    May 2, 2026

    PSBS Jadi Tim Pertama yang Terdegradasi, Telan 9 Kekalahan Beruntun

    May 2, 2026

    Uber Cup: Ana/Tiwi Kalah Usai Duel Sengit 88 Menit, Korea Unggul 2-0

    May 2, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    FOTO: Melihat Pesona Flower Moon di Penjuru Dunia

    May 2, 2026

    Seru dan Efektif, Ini 6 Manfaat Cardio Dance untuk Tubuh

    May 2, 2026

    PSBS Jadi Tim Pertama yang Terdegradasi, Telan 9 Kekalahan Beruntun

    May 2, 2026

    Uber Cup: Ana/Tiwi Kalah Usai Duel Sengit 88 Menit, Korea Unggul 2-0

    May 2, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    About Us
    About Us

    Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: info@example.com
    Contact: +1-320-0123-451

    Our Picks

    The Essential Back-to-Work Style Guide for Women

    January 14, 2020

    How to Find the Best Pet Insurance for Your Dog

    January 14, 2020

    11 Japandi Style Home Decor Finds From Amazon

    January 14, 2020
    New Comments
      Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
      • News
      • Politik
      • LHKPN
      • Ekonomi
      • Timeless
      © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.