Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kuasa Hukum Luruskan Framing Negatif terhadap Ahmad Dedi dalam Kasus Suap Bea Cukai

    May 9, 2026

    Ferry Kadi, Sosok Low Profile di Balik Besarnya Bisnis Bauksit

    May 8, 2026

    Pilu Pegawai BRI Sumut, Mengaku Diberhentikan Saat Sakit. Layangkan Surat ke OJK dan DPRD

    May 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • News
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram
    My ShopMy Shop
    • News
    • Politik
    • LHKPN
    • Ekonomi
    • Timeless
    My ShopMy Shop
    Home»Timeless»Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Musim Kemarau dan El Nino
    Timeless

    Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Musim Kemarau dan El Nino

    adminBy adminApril 30, 2026Updated:April 30, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Breakingnews4you.com – Fenomena iklim El Nino diperkirakan bakal kembali hadir di Tanah Air dan memicu musim kemarau 2026 menjadi lebih kering. Meski sering berkaitan, ternyata El Nino dan musim kemarau memiliki perbedaan karakteristik.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Faisal Fathani menjelaskan bahwa El Nino dan musim kemarau adalah fenomena berbeda.

    “Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino itu adalah dua fenomena yang berbeda dan tidak selalu terjadi bersamaan,” kata Faisal dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/4).

    Faisal menjelaskan bahwa kemarau merupakan fenomena iklim yang tetap datang setiap tahun di Indonesia. Sementara, El Nino merupakan fenomena iklim alami yang ditandai oleh pemanasan permukaan laut di bagian tengah dan timur Samudra Pasifik tropis.

    Fenomena ini biasanya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sekali dan berlangsung antara sembilan hingga 12 bulan.

    El Nino memiliki dampak yang beragam dalam lingkup skala global. Beberapa negara di kawasan Amerika Selatan seperti Peru, kehadiran El Nino berdampak pada meningkatnya curah hujan, sedangkan di Indonesia secara umum dampak El Nino adalah kondisi kering dan berkurangnya curah hujan.

    Namun, jika El Nino terjadi bertepatan dengan musim kemarau di Indonesia, terdapat peluang kemarau yang lebih kering dari rata-rata historis.

    BMKG memprakirakan dengan kehadiran El Nino, musim kemarau tahun ini akan bersifat lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologisnya yang dicatatkan dalam 30 tahun.

    Selain lebih kering, musim kemarau tahun ini juga diperkirakan datang lebih awal dengan durasi yang lebih panjang.

    Kondisi kemarau tahun ini menjadi lebih kering karena dipengaruhi oleh aktifnya fenomena El Nino yang mulai muncul pada akhir April hingga awal Mei 2026. kehadiran fenomena ini disebut yang berpengaruh pada berkurangnya intensitas curah hujan di wilayah Indonesia

    Lantas, apa saja beda karakteristik musim kemarau dan El Nino? Melansir Detik, berikut perbedaannya:

    Kemarau:

    – Variabilitas iklim normal yang bersifat musiman
    – Terjadi setiap tahun
    – Akibat angin monsun Australia membawa massa udara kering

    El Nino:

    – Anomali atau penyimpangan iklim
    – Terjadi periodik antara 3-7 tahun sekali
    – Akibat suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian timur dan tengah meningkat

    sumber/CNNIndonesia

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    admin
    • Website

    Related Posts

    Ferry Kadi, Sosok Low Profile di Balik Besarnya Bisnis Bauksit

    May 8, 2026

    Senasib Indonesia, Korea Gagal Lolos ke Perempat Final Thomas Cup 2026

    April 30, 2026

    Cara Agar Mobil Listrik Tak Mati Saat Melintasi Rel Kereta

    April 30, 2026

    7 Bandara Terluas di Asia Tenggara, Ada 3 dari Indonesia

    April 30, 2026

    7 Kebiasaan Ini Justru Dihindari Orang Ber-IQ Tinggi

    April 30, 2026

    Sundulan Ronaldo Bawa Al Nassr Menang 20 Pertandingan Beruntun

    April 30, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Kuasa Hukum Luruskan Framing Negatif terhadap Ahmad Dedi dalam Kasus Suap Bea Cukai

    By adminMay 9, 2026

    Jakarta – Nama Pemeriksa Fungsional Ahli Madya Direktorat Jenderal Bea Cukai, Ahmad Dedi, kembali menjadi…

    Ferry Kadi, Sosok Low Profile di Balik Besarnya Bisnis Bauksit

    May 8, 2026

    Pilu Pegawai BRI Sumut, Mengaku Diberhentikan Saat Sakit. Layangkan Surat ke OJK dan DPRD

    May 8, 2026

    Kasi Penindakan Impor I Ditjen Bea Cukai Diduga Terima Suap Blueray

    May 7, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Kuasa Hukum Luruskan Framing Negatif terhadap Ahmad Dedi dalam Kasus Suap Bea Cukai

    May 9, 2026

    Ferry Kadi, Sosok Low Profile di Balik Besarnya Bisnis Bauksit

    May 8, 2026

    Pilu Pegawai BRI Sumut, Mengaku Diberhentikan Saat Sakit. Layangkan Surat ke OJK dan DPRD

    May 8, 2026

    Kasi Penindakan Impor I Ditjen Bea Cukai Diduga Terima Suap Blueray

    May 7, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    About Us
    About Us

    Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: info@example.com
    Contact: +1-320-0123-451

    Our Picks

    Ferry Kadi, Sosok Low Profile di Balik Besarnya Bisnis Bauksit

    May 8, 2026

    Pilu Pegawai BRI Sumut, Mengaku Diberhentikan Saat Sakit. Layangkan Surat ke OJK dan DPRD

    May 8, 2026

    The Essential Back-to-Work Style Guide for Women

    January 14, 2020
    New Comments
      Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
      • News
      • Politik
      • LHKPN
      • Ekonomi
      • Timeless
      © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.