Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia —
Bagi masyarakat Indonesia, telinga berdenging kerap dikaitkan dengan mitos kalau sedang dibicarakan orang. Namun, dunia medis mengenal masalah pendengaran ini dengan tinnitus.
Tinnitus atau sensasi telinga berdenging merupakan gejala yang cukup umum terjadi. Dikutip dari laman Prevention, tinnitus mencakup segala bentuk persepsi suara tanpa sumber suara dari luar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya, bunyi yang dirasakan tidak selalu berupa dengingan, tetapi bisa juga terdengar seperti dengung, desis, siulan, atau bentuk lain.
Tinnitus bukanlah penyakit, tetapi perlu diperiksakan apabila kondisinya sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Audiolog klinis sekaligus profesor asosiasi klinis di School of Brain and Behavioral Sciences, Universitas Texas di Dallas, Jackie Clark, menjelaskan bahwa tinnitus yang berlangsung terus-menerus bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang serius.
Berikut beberapa penyebab telinga berdenging dari Direktur Audiology and Hearing Aids di University of Pittsburgh Medical Center, Clark dan Catherine Palmer.
1. Terlalu sering terpapar suara keras
Dengingan bernada tinggi yang sering terdengar di telinga bisa menjadi tanda kalau telingamu terpapar kebisingan berlebih (noise pollution).
Kondisi ini umum dialami oleh pekerja pabrik, konstruksi, kru jalan, personel militer, pekerja industri musik, hingga pemburu.
Palmer mengatakan kondisi ini tidak hanya mengganggu, tetapi juga berpotensi merusak pendengaran dalam jangka panjang.
Di telinga bagian dalam terdapat ribuan sel rambut halus yang berfungsi merespons berbagai jenis suara. Sel tersebut lebih rentan mengalami kerusakan seiring waktu. Dampaknya adalah munculnya dengingan bernada tinggi dan bahkan gangguan pendengaran.
2. Telinga kotor
Kotoran telinga yang menyumbat bisa menyebabkan tekanan pada saraf di saluran telinga dan memicu dengingan. Selain itu, ketika telinga tersumbat hingga sulit menangkap suara dari luar, sensasi dengung juga bisa muncul.
Namun untungnya, jika penyebab tersebut diatasi dengan dibersihkan, biasanya gejala tinnitus juga akan mereda.
3. Hidung tersumbat
Kondisi seperti flu berat, pilek, atau infeksi sinus juga bisa memicu tinnitus. Tekanan pada telinga tengah dan saluran hidung dapat merangsang saraf dan menimbulkan sensasi berdenging.
Namun, jika hidung sudah tidak tersumbat tetapi tinnitus masih terasa, sebaiknya periksakan ke dokter.
4. Kadar gula darah tidak terkontrol
Dikutip dari laman NCBI, tinnitus juga dapat menjadi indikator awal adanya gangguan saraf (neuropati) atau kerusakan pembuluh darah kecil (mikroangiopati) di telinga bagian dalam pada penderita diabetes.
Ini karena tubuh tidak cukup efektif memproduksi insulin untuk mengolah glukosa menjadi energi. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko tinnitus dan gangguan pendengaran.
5. Gangguan sendi rahang
Telinga berdenging yang disertai nyeri di wajah atau rahang, serta bunyi “klik” saat mengunyah atau berbicara, bisa berkaitan dengan gangguan pada sendi rahang.
Sendi ini berada di dekat telinga dan berperan penting dalam pergerakan rahang. Ketika terjadi gangguan pada otot, ligamen, atau tulang rawannya, tinnitus bisa muncul.
Menurut American Tinnitus Association, penanganan gangguan sendi rahang ini dalam banyak kasus dapat membantu meredakan bahkan menghilangkan sensasi berdenging di telinga.
(fef)
Add

as a preferred
source on Google

