Jakarta, CNN Indonesia —
Dalam eskalasi konflik yang terus berlangsung, Ukraina dan Rusia saling serang dengan ratusan drone dan rudal. Setidaknya lima orang tewas dan menimbulkan kerusakan besar di kedua sisi.
Pada Minggu (3/5), Ukraina mengeklaim telah menargetkan beberapa kapal perang Rusia, termasuk kapal pembawa rudal jelajah dan tiga tanker shadow fleet, di tengah perang yang sudah berlangsung selama empat tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan ini terjadi saat kedua negara saling menembakkan ratusan drone berisi bahan peledak ke wilayah masing-masing.
Menurut pernyataan pejabat lokal, tiga warga Ukraina dan dua warga Rusia tewas dalam serangan hari itu. Adapun serangan balasan Rusia juga menewaskan satu warga di wilayah yang diduduki Rusia di Ukraina dan satu warga di Ukraina bagian selatan yang diduduki Rusia.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, memperingatkan bahwa Kyiv akan meningkatkan serangan balasan terhadap fasilitas energi Rusia jika Moskow tidak menghentikan invasinya.
“Rusia dapat mengakhiri perangnya kapan saja. Memperpanjang perang hanya akan memperluas skala operasi pertahanan kita,” ujar Zelensky, seperti dikutip dari AFP.
Zelensky mengeklaim, pasukannya telah menyerang sebuah kapal yang dilengkapi rudal jelajah di Pelabuhan Primorsk, di wilayah Leningrad barat laut Rusia.
Terminal ekspor minyak di wilayah tersebut sudah berulang kali dihantam dalam beberapa pekan terakhir, melumpuhkan ekspor senilai miliaran dolar.
Zelensky juga menyebutkan, tiga tanker shadow fleet yang digunakan Rusia untuk mengangkut minyak juga menjadi target serangan. satu di Primorsk dan dua di lepas pantai pelabuhan Novorossiysk di Laut Hitam selatan.
Ia mengunggah rekaman video hitam-putih yang menunjukkan drone milik Ukraina mendekati salah satu tanker di Novorossiysk.
Pendapatan dari minyak dan gas Rusia yang meningkat selama konflik di Timur Tengah, menjadi sumber utama pendanaan bagi militer dan ekonomi Rusia.
Sebelumnya, gubernur wilayah Leningrad mengonfirmasi adanya kebakaran di pelabuhan akibat serangan Ukraina, meskipun detail kerusakan belum diketahui.
Rusia menembakkan 268 drone dan satu rudal balistik dalam serangan malam hari ke Ukraina, sedangkan Ukraina mengeklaim meluncurkan 334 drone ke Rusia.
Serangan Ukraina menewaskan seorang pria berusia 77 tahun di wilayah sekitar Moskow dan seorang remaja berusia 15 tahun di wilayah yang diduduki Rusia di Ukraina selatan.
Kedua belah pihak menegaskan, mereka tidak menargetkan warga sipil. Namun konflik ini telah menewaskan puluhan ribu orang sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.
AFP mencatat pada April, Rusia meluncurkan jumlah drone serangan jarak jauh terbanyak dalam sejarah konflik ini, dengan rata-rata lebih dari 200 drone per hari.
(rti)
Add

as a preferred
source on Google

