Jakarta, CNN Indonesia —
Germán Larrea adalah salah satu orang terkaya di Meksiko. Kekayaannya berasal dari perusahaan tambang tembaga terbesar di Negeri Sombrero, Grupo México.
Berdasarkan data Forbes, Minggu (10/5), kekayaan Larrea mencapai US$63,5 miliar atau sekitar Rp1.103,46 triliun (asumsi kurs Rp17.377 per dolar AS). Majalah bisnis internasional itu pun menempatkan Larrea pada peringkat ke-33 orang terkaya di dunia.
Lantas bagaimana perjalanan hidup Larrea?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari berbagai sumber, Germán Larrea Mota Velasco lahir di Mexico City pada 26 Oktober 1953. Ia adalah putra dari ‘Raja Tembaga’ Jorge Larrea Ortega, pendiri raksasa tambang tembaga Grupo Mexico.
Tak banyak informasi mengenai kehidupan masa kecilnya. Setelah lulus pendidikan dasar, Larrea melanjutkan pendidikan tinggi di Universidad Anahuac di Mexico City dengan mengambil jurusan Teknik dan Administrasi Bisnis.
Setelah lulus, Larrea tak langsung terjun ke industri pertambangan. Ia memilih untuk mendirikan perusahaan percetakan dan penerbitan sendiri, Grupo Impresa, pada 1978.
Pada 1981, ia akhirnya terjun ke bisnis keluarga dan mulai dipercaya untuk mengisi berbagai posisi penting. Pada saat yang sama, ia masih memimpin Grupo Impresa sebagai Chairman dan CEO.
Kendati, pada 1989, Larrea memutuskan untuk menjual Grupo Impressa dan fokus mengabdikan diri pada perusahaan tambang keluarga.
Pada 1994, Larrea dipercaya sebagai Presiden dan CEO Grupo México menggantikan sang ayah. Ketika Ortega meninggal dunia lima tahun kemudian, ia mewariskan 60 persen saham perusahaan ke Larrea, istri, dan keluarganya.
Dilansir Bloomberg, Grupo Mexico semakin besar di tangan Larrea. Tidak hanya mengelola tambang tembaga raksasa Southern Copper Corp yang beroperasi di Peru dan Meksiko, perusahaan juga melebarkan sayap ke bisnis infrastruktur dan transportasi.
Salah satu yang terbesar adalah GMexico Transportes SAB yang merupakan pemilik jaringan rel kereta api sepanjang 11 ribu kilometer yang melintasi Meksiko hingga Florida, AS.
Sebagai perusahaan tambang, Grupo Mexico tak luput dari insiden. Pada 2014, perusahaan sempat menjadi sorotan setelah insiden kebocoran tambang tembaga di Sonora, Meksiko, yang mencemari dua sungai di sekitar.
Pemerintah setempat lantas meminta perusahaan memberikan kompensasi sebesar US$150 juta dalam bentuk dana perwalian bagi warga yang terdampak.
Pada 2025, Grupo Mexico tercatat meraup pendapatan US$18,8 miliar atau sekitar Rp326,69 triliun, naik sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode tersebut, perusahaan mencatat laba sebesar US$5,04 miliar (Rp87,58 triliun).
Tahun lalu, Larrea sempat melirik bisnis perbankan dengan menawarkan US$7 miliar untuk membeli Banamex dari Citibank. Namun, tawaran itu ditolak.
Larrea terbilang sosok konglomerat yang misterius. Pasalnya, ia jarang muncul di acara publik dan menerima wawancara media.
Saat ini, Larrea tinggal di Mexico City bersama anak dan seorang putri. Ia diketahui juga memiliki perusahaan pembiakan kuda pacuan terkemuka, St. George Stable.
(sfr)
Add

as a preferred
source on Google

