Jakarta, CNN Indonesia —
Suporter mendadak ricuh setelah Persipura Jayapura gagal lolos ke Super League usai kalah 0-1 dari Adhyaksa FC dalam laga playoff promosi di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5).
Adhyaksa FC menang 1-0 berkat gol semata wayang Adilson Silva pada menit ke-45+1 usai memanfaatkan umpan Hasim Kipuw. Kemenangan itu meloloskan Adhyaksa FC ke Super League pada musim depan.
Persipura sejatinya lebih mendominasi permainan dan serangan. Akan tetapi lini serangan Mutiara Hitam tidak bisa memanfaatkan peluang menjadi gol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gagal lolos ke Super League membuat suporter Persipura kecewa. Dikutip dari Detik.com, suporter tuan rumah mulanya membakar flare di dalam stadion menjelang pertandingan berakhir.
Kekecewaan fans Persipura memuncak setelah laga berakhir. Mereka masuk ke dalam lapangan, sehingga pemain dari kedua tim harus dievakuasi guna menghindari amukan suporter.
Dalam video yang beredar di media sosial, pemain dari Adhyaksa FC harus sampai mendapatkan perlindungan dari polisi saat masuk ke kamar ganti.
Pelemparan juga dilakukan suporter ke arah pintu keluar pemain. Mereka pun merusak bench tim di Stadion Lukas Enembe. Kubu Persipura belum memberikan keterangan konkret tentang kericuhan ini.
“Lagi tegang kacau jadi soal statement tidak ada,” ucap Media Officer Persipura, Eveerth Joumilena, kepada wartawan dikutip dari Detik, Jumat (8/5).
Kericuhan suporter itu juga diwarnai dengan pengibaran bendera Bintang Kejora di dalam lapangan. Dari video yang tersebar terlihat dua orang suporter membawa bender Bintang Kejora di dalam lapangan.
“Ya kan situasi di mana-mana, kalau lagi chaos kan kita menemukan mengutamakan keselamatan masyarakat umum dulu,” ucap Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito saat dimintai konfirmasi.
“(Soal bendera) pasti nanti kita pelajari, termasuk penegakan hukum terutama yang terjadi perusakan dan lain sebagainya,” tutur Cahyo menambahkan.
Puncah dari kericuhan suporter itu adalah terbakarnya ambulance milik Brimob di luar stadion. Selain ambulans, sejumlah mobil yang diduga milik penonton juga dibakar suporter.
“Massa di barat sama timur, terbagi 2. Ini terjadi pembakaran mobil-mobil penonton di depan (stadion),” ujar AKBP Dionisius saat dihubungi detikcom, Jumat (8/5) malam.
Dionisius mengatakan, kepolisian meminta massa menghentikan tindakan anarkis tersebut.
“Saya masih di lapangan. Sementara kami masih berhadapan dengan massa di hadapan pintu stadion. Kami masih bertahan,” ujar Dionisius.
“Kami tetap mencegah, mengimbau agar masyarakat tidak brutal dan anarkis. Sejauh ini kami masih berusaha memukul mundur massa.”
(sry/sry)
Add

as a preferred
source on Google

