Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dugaan Awal Penyebab Kebakaran Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK

    May 8, 2026

    Pilu Pegawai BRI Sumut, Mengaku Diberhentikan Saat Sakit. Layangkan Surat ke OJK dan DPRD

    May 8, 2026

    Kata-kata Andrew Jung Jelang Persija vs Persib: Kami adalah Juara

    May 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • News
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram
    My ShopMy Shop
    • News
    • Politik
    • LHKPN
    • Ekonomi
    • Timeless
    My ShopMy Shop
    Home»Uncategorized»Rupiah Masih Loyo Meski Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Apa Sebabnya?
    Uncategorized

    Rupiah Masih Loyo Meski Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Apa Sebabnya?

    adminBy adminMay 8, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email



    Jakarta, CNN Indonesia —

    Nilai tukar rupiah masih tertekan oleh dolar Amerika Serikat (AS), meski pertumbuhan ekonomi Indonesia menyentuh 5,61 persen pada kuartal I 2026.

    Berdasarkan pantauan CNN Indonesia pada Kamis (7/5) pukul 13.25 WIB, rupiah berada di level Rp17.362 per dolar AS atau menguat 25 poin setara 0,14 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

    Kendati menguat tipis, posisi rupiah masih berada di kisaran Rp17.300-an setelah sempat menyentuh level Rp17.424 per dolar AS pada perdagangan Selasa (5/5) sore, yang menjadi titik terlemah rupiah sepanjang sejarah


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I 2026.



    Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 terutama ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Direktur Eksekutif Center of Economic Reforms (CORE) Indonesia Muhammad Faisal menilai pelemahan rupiah tidak semata dipengaruhi kondisi global, tetapi juga berkaitan dengan persepsi investor terhadap fundamental domestik.

    “Kalau rupiah ini kan sebetulnya tekanan terhadap capital outflow ini karena banyak faktor. Kaitannya dengan fundamental ekonomi kita, masalah kesehatan fiskal, tata kelola fiskal, potensi pelebaran defisit, kemudian bagaimana efektivitas kebijakan dan tata kelola program-program prioritas pemerintah,” ujar Faisal kepada CNNIndonesia.com, Kamis (7/5).

    Ia mengatakan kekhawatiran investor terhadap tata kelola fiskal dan koordinasi kebijakan pemerintah turut memengaruhi arus modal keluar dan prospek investasi portofolio di Indonesia.

    Menurut Faisal, kondisi itu membuat pergerakan rupiah berbeda arah dengan pertumbuhan ekonomi yang saat ini masih ditopang konsumsi rumah tangga, investasi langsung, dan belanja pemerintah.

    “Memang ada faktor geopolitik dan tekanan dari kebijakan Amerika Serikat, tapi di luar itu ada faktor domestik yang perlu diperbaiki karena mempengaruhi kepercayaan investor,” ujarnya.

    Senada, Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai investor melihat pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 bersifat sementara karena terlalu bergantung pada belanja pemerintah.

    “Analis pasar dan investor menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini hanya temporer karena didukung program belanja pemerintah,” ujar Bhima.

    Ia menyoroti konsumsi pemerintah yang tumbuh 21,81 persen pada kuartal I 2026. Menurutnya, dorongan belanja negara yang agresif memunculkan kekhawatiran terhadap pelebaran defisit APBN ke depan.

    “Investor melihat ada biaya yang sangat mahal hanya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada awal tahun. Ke depan akan sulit menahan defisit agar tidak melebar,” ujarnya.

    Bhima juga menilai pelaku pasar meragukan kualitas pertumbuhan ekonomi saat sektor riil belum sepenuhnya pulih. Ia mencontohkan aktivitas manufaktur yang masih berada di zona kontraksi.

    “Makanya mereka tidak yakin angka pertumbuhan 5,6 persen ini mencerminkan gerak di sektor riil karena PMI manufaktur sedang kontraksi,” pungkasnya.

    [Gambas:Video CNN]

    (lau/sfr)


    Add

    as a preferred
    source on Google









    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    admin
    • Website

    Related Posts

    Dugaan Awal Penyebab Kebakaran Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK

    May 8, 2026

    Kata-kata Andrew Jung Jelang Persija vs Persib: Kami adalah Juara

    May 8, 2026

    Gus Ipul Tiba di KPK, Konsultasi Pengadaan Barang dan Jasa di Kemensos

    May 8, 2026

    Harga Emas BSI Gold Rp2,726 Juta per Gram Jelang Akhir Pekan

    May 8, 2026

    Indonesia Segrup Vietnam di Piala AFF U-19: Garuda Tidak Pernah Menang

    May 8, 2026

    BMKG Prediksi Potensi Hujan Berkurang, Siap-siap Cuaca Makin Panas

    May 8, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Dugaan Awal Penyebab Kebakaran Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK

    By adminMay 8, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Kebakaran rumah di di Jalan TB Simatupang No 3, Tanjung Barat, Jagakarsa yang menewaskan anggota…

    Pilu Pegawai BRI Sumut, Mengaku Diberhentikan Saat Sakit. Layangkan Surat ke OJK dan DPRD

    May 8, 2026

    Kata-kata Andrew Jung Jelang Persija vs Persib: Kami adalah Juara

    May 8, 2026

    Gus Ipul Tiba di KPK, Konsultasi Pengadaan Barang dan Jasa di Kemensos

    May 8, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Dugaan Awal Penyebab Kebakaran Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK

    May 8, 2026

    Pilu Pegawai BRI Sumut, Mengaku Diberhentikan Saat Sakit. Layangkan Surat ke OJK dan DPRD

    May 8, 2026

    Kata-kata Andrew Jung Jelang Persija vs Persib: Kami adalah Juara

    May 8, 2026

    Gus Ipul Tiba di KPK, Konsultasi Pengadaan Barang dan Jasa di Kemensos

    May 8, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    About Us
    About Us

    Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: info@example.com
    Contact: +1-320-0123-451

    Our Picks

    Pilu Pegawai BRI Sumut, Mengaku Diberhentikan Saat Sakit. Layangkan Surat ke OJK dan DPRD

    May 8, 2026

    The Essential Back-to-Work Style Guide for Women

    January 14, 2020

    How to Find the Best Pet Insurance for Your Dog

    January 14, 2020
    New Comments
      Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
      • News
      • Politik
      • LHKPN
      • Ekonomi
      • Timeless
      © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.