Jakarta, CNN Indonesia —
Batasan komunikasi di ketinggian 30.000 kaki kini mulai memudar. Maskapai asal Inggris, British Airways, resmi mengizinkan penumpangnya untuk melakukan panggilan suara maupun video selama penerbangan.
Kebijakan British Airways itu seiring dengan peluncuran internet berkecepatan tinggi Starlink di seluruh armada pesawatnya.
Maskapai ini menargetkan seluruh pesawatnya akan dilengkapi Wi-Fi Starlink dalam dua tahun ke depan. Namun, ada satu catatan penting bagi para penumpang: tetaplah tenang dan gunakan headphone saat menelepon, baik panggilan suara atau video.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui panduan terbaru di situs resminya, British Airways mengonfirmasi bahwa pelancong kini bisa “mengobrol” di udara, namun dengan peringatan keras agar tetap menjaga kenyamanan sesama penumpang.
“Jika Anda membuat panggilan, jaga suara Anda tetap rendah dan gunakan headphone,” tulis maskapai tersebut, seperti dilansir Travel and Leisure.
Wi-Fi Starlink yang dipasang mampu memberikan kecepatan hingga 500 Mbps, yang sangat mendukung aktivitas berat seperti streaming, gim daring, hingga panggilan video tanpa gangguan.
British Airways bukan satu-satunya maskapai yang menggandeng Starlink. Beberapa maskapai besar dunia juga tengah melakukan langkah serupa di antaranya, United Airlines dan Emirates.
Delta Air Lines dan American Airlines juga menyediakan Wi-Fi gratis di sebagian rute penerbangan bagi anggota SkyMiles atau anggota loyalitas mereka
Menariknya, kebijakan mengenai panggilan suara masih berbeda-beda antar-maskapai. Sementara British Airways dan Emirates mengizinkan panggilan video, United dan Delta secara tegas masih melarang penggunaan Wi-Fi untuk panggilan suara atau video guna menjaga ketenangan kabin.
Meski mulai mengizinkan panggilan suara dan video, pihak maskapai penerbangan tetap mewanti-wanti bahwa kenyamanan adalah prioritas.
Penumpang yang memutar audio keras-keras tanpa headphone terancam diturunkan dari pesawat atau bahkan dilarang terbang selamanya.
(wiw)
Add

as a preferred
source on Google

