{"id":5849,"date":"2026-05-09T03:31:53","date_gmt":"2026-05-09T03:31:53","guid":{"rendered":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/2026\/05\/09\/fakta-fakta-kasus-pelecehan-santriwati-di-ponpes-pati\/"},"modified":"2026-05-09T03:31:53","modified_gmt":"2026-05-09T03:31:53","slug":"fakta-fakta-kasus-pelecehan-santriwati-di-ponpes-pati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/2026\/05\/09\/fakta-fakta-kasus-pelecehan-santriwati-di-ponpes-pati\/","title":{"rendered":"Fakta-fakta Kasus Pelecehan Santriwati di Ponpes Pati"},"content":{"rendered":"<p><br \/>\n<\/p>\n<div wp_automatic_readability=\"106.09086370444\">\n<p>                            <!-- S: Table Of Content--><\/p>\n<section class=\"daftar-isi mb-6 h-auto border border-cnn_light_grey2 bg-cnn_light_grey3\">\n<details class=\"group mx-auto w-full overflow-hidden transition-[max-height] duration-500\">\n<summary class=\"flex cursor-pointer items-center justify-between gap-1 p-3 text-lg font-semibold outline-none marker:text-transparent\">\n                Daftar Isi<br \/>\n                <span class=\"transition-all group-open:rotate-180\" dtr-evt=\"daftar isi\" dtr-sec=\"expand button\" dtr-act=\"expand button\" onclick=\"_pt(this)\"><br \/>\n                    <svg width=\"24\" height=\"24\" viewbox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\">\n                        <path d=\"M7.41 8.29492L12 12.8749L16.59 8.29492L18 9.70492L12 15.7049L6 9.70492L7.41 8.29492Z\" fill=\"black\"\/>\n                    <\/svg><br \/>\n                <\/span><br \/>\n            <\/summary>\n<\/details>\n<\/section>\n<p>                            <!-- E: Table Of Content--><\/p>\n<p>                            <strong>Jakarta, CNN Indonesia<\/strong> &#8212; <\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/tag\/polisi\" target=\"_blank\"><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Polisi<\/span><\/strong><\/a> akhirnya berhasil menangkap Kiai Anshari (AS), pendiri <strong><span style=\"color: #ff0000;\"><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/tag\/ponpes-pati\" target=\"_blank\"><span style=\"color: #ff0000;\">Pondok Pesantren Ndholo Kusumo<\/span><\/a><\/span><\/strong>\u00a0di Pati, Jawa Timur yang diduga <a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/tag\/pelecehan-seksual\" target=\"_blank\"><strong><span style=\"color: #ff0000;\">mencabuli<\/span><\/strong><\/a> dan memerkosa sejumlah santriwati.<\/p>\n<p>Sebelumnya, predator seksual tersebut sempat mangkir dari pemeriksaan polisi yang diagendakan awal pekan ini.<\/p>\n<p><!-- s: parallax --><!-- <center>\n<!-- \n<!-- cnn - desktop - 300x250 (detail) --><br \/>\n<!--\n \n<\/center> --><\/p>\n<div class=\"paradetail\" style=\"clear: both; margin-bottom: 24px;background-color:#F8F8F8; height: 650px;\" wp_automatic_readability=\"7\">\n<p class=\"para_caption\" style=\"display:block;font-size: 9px;color: rgba(0, 0, 0, 0.55);position: relative;margin:5px;text-align: center;left: 0px;right: 0px;letter-spacing: 0.7px;\">&#13;<br \/>\nADVERTISEMENT&#13;\n<\/p>\n<p class=\"para_caption\" style=\"display:block;font-size: 9px;color: rgba(0, 0, 0, 0.55);position: relative;margin: 0px;text-align: center;left: 0px;right: 0px;letter-spacing: 0.7px;\">&#13;<br \/>\nSCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT&#13;\n<\/p>\n<\/div>\n<p><!-- e: parallax --><\/p>\n<p>Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi membenarkan penangkapan dilakukan setelah tersangka berencana melarikan diri ke luar kota.<\/p>\n<p>&#8220;Sudah [ditangkap],&#8221; ujar Jaka seperti dikutip dari <em>detikJateng<\/em>, Kamis (7\/5).<\/p>\n<p><!-- s: static_detail --><center>&#13;<br \/>\n    &#13;<br \/>\n&#13;<br \/>\n&#13;<br \/>\n<\/center><!-- e: static_detail --><\/p>\n<p>Berikut fakta-fakta kasus pelecehan seksual di ponpes Pati tersebut sejauh ini.<\/p>\n<h2 id=\"1-pelaku-adalah-pendiri-pondok-pesantren\">1. Pelaku adalah pendiri pondok pesantren<\/h2>\n<p>Ashari merupakan pendiri sekaligus pengasuh pondok pesantren yang berada di Kabupaten Pati. AS sudah ditetapkan sebagai tersangka.<\/p>\n<p>Kasus itu terungkap setelah ada korban yang buka suara atas perlakuan tak senonoh dari pendiri yang juga pengasuh ponpes di Pati tersebut.<\/p>\n<h2 id=\"2-kasus-sudah-dilaporkan-sejak-2024\">2. Kasus sudah dilaporkan sejak 2024<\/h2>\n<p>Kasus dugaan kekerasan seksual ini sebenarnya telah dilaporkan sejak September 2024. Namun, kasus baru kembali ramai dan mendapat perhatian publik luas sejak akhir April hingga awal Mei 2026.<\/p>\n<p>Polisi lalu memanggilnya untuk diperiksa sebagai tersangka pada awal pekan ini. Namun, tersangka mangkir tanpa keterangan.<\/p>\n<p>Akhirnya, tersangka berhasil ditangkap polisi, setelah sebelumnya sempat kabur ke sejumlah daerah mulai dari Bogor, Jakarta, hingga Solo.<\/p>\n<h2 id=\"3-korban-diduga-mencapai-puluhan-santriwati\">3. Korban diduga mencapai puluhan santriwati<\/h2>\n<p>Ashari diduga melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan santriwati.<\/p>\n<p>Kuasa hukum korban, Ali Yusron mengungkap, dugaan pemerkosaan yang menimpa santriwati itu terjadi dalam kurun waktu 2024-2026.<\/p>\n<p>Kala itu, dia mengatakan, hanya ada 8 orang yang melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Namun, ia menduga ada lebih dari 30 santriwati yang ikut menjadi korban.<\/p>\n<h2 id=\"4-pelaku-mendoktrin-korban\">4. Pelaku mendoktrin korban<\/h2>\n<p>Korban didoktrin bahwa seorang santri harus selalu mengikuti kata guru demi menyerap ilmu.<\/p>\n<p>&#8220;Modus operandi mendoktrin korban bahwa murid itu harus ikut apa kata guru agar murid dapat menyerap ilmu dari guru. Ini doktrin yang disampaikan oleh guru kepada korban,&#8221; ujar Kapolresta Pati Kombes Jaka Wahyudi dalam konferensi pers, Kamis (7\/5).<\/p>\n<p>Doktrin itu diduga diberikan Ashari untuk memuluskan aksi tak senonohnya kepada korban. Dari hasil penyelidikan, terungkap Ashari telah melakukan perbuatan tercela itu sebanyak 10 kali kepada korban.<\/p>\n<h2 id=\"5-ponpes-berdiri-sejak-2021\">5. Ponpes berdiri sejak 2021<\/h2>\n<p>Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati Ahmad Syaiku mengatakan, Ashari mendirikan ponpes yang berada di Kecamatan Tologowungu itu pada 2021 lalu.<\/p>\n<p>Ahmad mengatakan, ponpes itu memiliki 252 santri, yang di antaranya terdiri dari 112 santriwati.<\/p>\n<h2 id=\"6-pesantren-ditutup\">6. Pesantren ditutup<\/h2>\n<p>Kementerian Agama telah menutup pondok pesantren tersebut. Ahmad mengatakan, telah memberikan tiga keputusan atas kejadian dugaan pencabulan itu.<\/p>\n<p>&#8220;Alhamdulillah tanggal 5 kemarin di hari Selasa kemarin, izin ponpes TQ sudah dinyatakan dicabut,&#8221; ujar Ahmad, dalam konferensi pers, Kamis (7\/5).<\/p>\n<p>Meski demikian, Ahmad tetap menjamin keberlanjutan pembelajaran bagi para santri di ponpes tersebut. Sejak dipulangkan pada 2 dan 3 Mei lalu, seluruh santri mengikuti pembelajaran daring.<\/p>\n<p>&#8220;Insya Allah nanti pada hari Selasa minggu depan, semuanya akan kami adakan asesmen untuk santri dalam rangka nanti untuk menentukan ini mau pindah ke pondok mana, ke madrasah mana,&#8221; tambah Ahmad.<\/p>\n<p> <strong>(lid\/asr)<\/strong><br \/>\n                            <a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/outboundlinks?url=https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/www.cnnindonesia.com\" target=\"_blank\" class=\"border border-black-light3 rounded-md flex gap-2 items-center w-fit p-2 my-6\" dtr-evt=\"detail artikel\" dtr-sec=\"google preferred source\" dtr-act=\"google preferred source\" onclick=\"_pt(this)\"><br \/>\n    <svg width=\"24px\" height=\"32px\" viewbox=\"-3 0 262 262\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" preserveaspectratio=\"xMidYMid\" fill=\"#000000\">\n        <g id=\"SVGRepo_bgCarrier\" stroke-width=\"0\"\/>\n        <g id=\"SVGRepo_tracerCarrier\" stroke-linecap=\"round\" stroke-linejoin=\"round\"\/>\n        <g id=\"SVGRepo_iconCarrier\">\n            <path d=\"M255.878 133.451c0-10.734-.871-18.567-2.756-26.69H130.55v48.448h71.947c-1.45 12.04-9.283 30.172-26.69 42.356l-.244 1.622 38.755 30.023 2.685.268c24.659-22.774 38.875-56.282 38.875-96.027\" fill=\"#4285F4\"\/>\n            <path d=\"M130.55 261.1c35.248 0 64.839-11.605 86.453-31.622l-41.196-31.913c-11.024 7.688-25.82 13.055-45.257 13.055-34.523 0-63.824-22.773-74.269-54.25l-1.531.13-40.298 31.187-.527 1.465C35.393 231.798 79.49 261.1 130.55 261.1\" fill=\"#34A853\"\/>\n            <path d=\"M56.281 156.37c-2.756-8.123-4.351-16.827-4.351-25.82 0-8.994 1.595-17.697 4.206-25.82l-.073-1.73L15.26 71.312l-1.335.635C5.077 89.644 0 109.517 0 130.55s5.077 40.905 13.925 58.602l42.356-32.782\" fill=\"#FBBC05\"\/>\n            <path d=\"M130.55 50.479c24.514 0 41.05 10.589 50.479 19.438l36.844-35.974C195.245 12.91 165.798 0 130.55 0 79.49 0 35.393 29.301 13.925 71.947l42.211 32.783c10.59-31.477 39.891-54.251 74.414-54.251\" fill=\"#EB4335\"\/>\n        <\/g>\n    <\/svg><br \/>\n    <span class=\"text-xs font-medium text-black\"> Add <span class=\"inline-flex items-center\"><br \/>\n            <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.cnnindonesia.com\/cnnid\/images\/logo.png?v=12.3.4\" alt=\"\" class=\"w-[14px]\"\/><br \/>\n        <\/span> as a preferred <br \/>source on Google <\/span><br \/>\n    <span><br \/>\n        <svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" viewbox=\"0 0 12 12\" fill=\"none\">\n            <path d=\"M10.8333 6.66667H6.66667V10.8333C6.66667 11.2917 6.29167 11.6667 5.83333 11.6667C5.375 11.6667 5 11.2917 5 10.8333V6.66667H0.833333C0.375 6.66667 0 6.29167 0 5.83333C0 5.375 0.375 5 0.833333 5H5V0.833333C5 0.375 5.375 0 5.83333 0C6.29167 0 6.66667 0.375 6.66667 0.833333V5H10.8333C11.2917 5 11.6667 5.375 11.6667 5.83333C11.6667 6.29167 11.2917 6.66667 10.8333 6.66667Z\" fill=\"black\"\/>\n        <\/svg><br \/>\n    <\/span><br \/>\n<\/a><\/p>\n<p>                            <!-- s:banner newstag --><br \/>\n                                                         <!-- e:banner newstag --><\/p>\n<p>                            <!-- s:fokus  --><\/p>\n<p>                            <!-- e:fokus  --><\/p><\/div>\n<p><script>\n    !function(f,b,e,v,n,t,s){if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n    n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};if(!f._fbq)f._fbq=n;\n    n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n    t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window,\n    document,'script','\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n    fbq('init', '1047303935301449');\n    fbq('track', \"PageView\");\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260509095243-12-1356817\/fakta-fakta-kasus-pelecehan-santriwati-di-ponpes-pati\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Daftar Isi Jakarta, CNN Indonesia &#8212; Polisi akhirnya berhasil menangkap Kiai Anshari (AS), pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo\u00a0di Pati, Jawa Timur yang diduga mencabuli dan memerkosa sejumlah santriwati. Sebelumnya, predator seksual tersebut sempat mangkir dari pemeriksaan polisi yang diagendakan awal pekan ini. &#13; ADVERTISEMENT&#13; &#13; SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT&#13; Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5017,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-5849","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-uncategorized"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5849","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5849"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5849\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5017"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5849"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5849"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5849"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}