{"id":5758,"date":"2026-05-08T13:46:57","date_gmt":"2026-05-08T13:46:57","guid":{"rendered":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/2026\/05\/08\/apa-benar-banyak-memendam-amarah-dan-emosi-bikin-cepat-mati\/"},"modified":"2026-05-08T13:46:57","modified_gmt":"2026-05-08T13:46:57","slug":"apa-benar-banyak-memendam-amarah-dan-emosi-bikin-cepat-mati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/2026\/05\/08\/apa-benar-banyak-memendam-amarah-dan-emosi-bikin-cepat-mati\/","title":{"rendered":"Apa Benar Banyak Memendam Amarah dan Emosi Bikin Cepat Mati?"},"content":{"rendered":"<p><br \/>\n<\/p>\n<div wp_automatic_readability=\"114.6264781491\">\n<p>                            <!-- S: Table Of Content--><br \/>\n                                                        <!-- E: Table Of Content--><\/p>\n<p>                            <strong>Jakarta, CNN Indonesia<\/strong> &#8212; <\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/search?query=marah\" target=\"_blank\"><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Marah<\/span><\/strong><\/a> dipendam, sedih ditutupi, kecewa diabaikan. Bagi sebagian orang, menahan <a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/search?query=emosi\" target=\"_blank\"><strong><span style=\"color: #ff0000;\">emosi<\/span><\/strong><\/a> dianggap sebagai cara paling aman untuk menghindari konflik, menjaga citra agar terlihat kuat, atau sekadar menjaga keharmonisan hubungan dengan orang lain.<\/p>\n<p>Padahal, kebiasaan memendam perasaan secara terus-menerus bukanlah pilihan yang bijak. Lantas, benarkah kebiasaan ini dapat memperburuk kondisi tubuh hingga dikaitkan dengan risiko kematian dini?<\/p>\n<p><!-- s: parallax --><!-- <center>\n\n<!-- cnn - desktop - 300x250 (detail) --><br \/>\n<!-- \n\n<\/center> --><\/p>\n<div class=\"paradetail\" style=\"clear: both; margin-bottom: 24px;background-color:#F8F8F8; height: 650px;\" wp_automatic_readability=\"7\">\n<p class=\"para_caption\" style=\"display:block;font-size: 9px;color: rgba(0, 0, 0, 0.55);position: relative;margin:5px;text-align: center;left: 0px;right: 0px;letter-spacing: 0.7px;\">&#13;<br \/>\nADVERTISEMENT&#13;\n<\/p>\n<p class=\"para_caption\" style=\"display:block;font-size: 9px;color: rgba(0, 0, 0, 0.55);position: relative;margin: 0px;text-align: center;left: 0px;right: 0px;letter-spacing: 0.7px;\">&#13;<br \/>\nSCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT&#13;\n<\/p>\n<\/div>\n<p><!-- e: parallax --><\/p>\n<p>Mengutip <a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/outboundlinks?url=https%3A%2F%2Fwww.sciencedirect.com%2Fscience%2Farticle%2Fabs%2Fpii%2FS0022399915000094\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow\"><em><span style=\"color: #0000ff;\">Journal of Psychosomatic Research<\/span><\/em><\/a>, kondisi ini dikenal sebagai emotional suppression, yakni upaya sadar untuk menahan atau menyembunyikan emosi yang sebenarnya dirasakan. Meski sekilas tampak sepele, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan ini berdampak sistemik pada kesehatan mental dan fisik dalam jangka panjang.<\/p>\n<p>Saat seseorang menahan emosi, tubuh sebenarnya tetap merespons tekanan tersebut secara biologis. Rasa marah, cemas, atau sedih yang tidak tersalurkan membuat tubuh berada dalam kondisi stres yang berkepanjangan.<\/p>\n<p><!-- s: static_detail --> <!-- e: static_detail --><\/p>\n<p>Akibatnya, sistem biologis terus bekerja ekstra seolah-olah sedang menghadapi ancaman nyata.<\/p>\n<p>Emotional suppression berkaitan erat dengan peningkatan allostatic load, yakni beban biologis akibat stres kronis yang menumpuk pada tubuh. Kondisi ini mengganggu keseimbangan hormon stres, meningkatkan tekanan darah, merusak kualitas tidur, hingga melemahkan sistem kekebalan tubuh.<\/p>\n<h2 id=\"ancaman-kematian-dini\">Ancaman kematian dini<\/h2>\n<p>Sebuah studi yang dipublikasikan oleh <a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/outboundlinks?url=https%3A%2F%2Fpubmed.ncbi.nlm.nih.gov%2F24119947%2F\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow\"><em><span style=\"color: #0000ff;\">National Institutes of Health (NIH)<\/span><\/em><\/a> menemukan temuan yang cukup mengkhawatirkan. Individu dengan tingkat emotional suppression yang tinggi memiliki peningkatan risiko all-cause mortality atau kematian dari berbagai penyebab, termasuk kanker, selama masa pemantauan 12 tahun.<\/p>\n<p>Peneliti menyimpulkan adanya kaitan antara kebiasaan menekan emosi dengan risiko kematian lebih awal. Namun, para ahli menekankan bahwa hubungan ini bersifat asosiasi.<\/p>\n<p>Artinya, tidak serta-merta setiap orang yang menahan emosi akan mengalami kematian dini, karena kesehatan tetap dipengaruhi faktor lain seperti pola hidup, kondisi mental, dan dukungan sosial.<\/p>\n<h2 id=\"mengapa-dampaknya-begitu-besar--1\">Mengapa dampaknya begitu besar?<\/h2>\n<p>Menekan emosi bukan berarti melenyapkannya. Tubuh dan otak tetap bekerja memproses tekanan tersebut. Secara kasatmata seseorang mungkin tampak tenang, namun di dalam dirinya terjadi &#8216;badai&#8217; stres biologis.<\/p>\n<p>Beberapa dampak negatif dari kebiasaan suppression antara lain:<\/p>\n<p>\u2022 Sulit merasakan kelegaan emosional.<\/p>\n<p>\u2022 Mudah mengalami kelelahan mental (emotional fatigue).<\/p>\n<p>\u2022 Kesulitan membangun hubungan sosial yang jujur dan sehat.<\/p>\n<p>\u2022 Rentan mengalami burnout atau kelelahan luar biasa.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/embed\/video\/1353790\" id=\"idvideocnn\" class=\"embed videocnn\" data-flagvertical=\"1\">[Gambas:Video CNN]<\/a><\/p>\n<p>Penting untuk dipahami bahwa melepaskan emosi bukan berarti mengeluarkannya tanpa kontrol atau meledak-ledak. Ada perbedaan mendasar antara mengelola emosi (emotion regulation) dengan memendamnya.<\/p>\n<p>Berikut adalah beberapa cara sehat untuk mengekspresikan emosi tanpa harus menyakiti diri sendiri maupun orang lain:<\/p>\n<p>1. Validasi Perasaan: Kenali dan terima emosi yang sedang dirasakan tanpa menghakimi diri sendiri.<\/p>\n<p>2. Katarsis yang Aman: Cari saluran yang tepat, seperti menulis jurnal, berolahraga, atau melakukan hobi.<\/p>\n<p>3. Bercerita: Temukan orang kepercayaan atau kerabat yang bisa menjadi pendengar yang baik.<\/p>\n<p>4. Bantuan Profesional: Jangan ragu menghubungi psikolog atau konselor jika emosi terasa terlalu berat untuk ditanggung sendiri.<\/p>\n<p>Emosi adalah bagian tak terpisahkan dari kemanusiaan kita. Menahannya sesekali mungkin tidak menjadi masalah besar, namun menjadikannya gaya hidup adalah bom waktu bagi kesehatan Anda.<\/p>\n<p> <strong>(anm\/tis)<\/strong><br \/>\n                            <a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/outboundlinks?url=https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/www.cnnindonesia.com\" target=\"_blank\" class=\"border border-black-light3 rounded-md flex gap-2 items-center w-fit p-2 my-6\" dtr-evt=\"detail artikel\" dtr-sec=\"google preferred source\" dtr-act=\"google preferred source\" onclick=\"_pt(this)\"><br \/>\n    <svg width=\"24px\" height=\"32px\" viewbox=\"-3 0 262 262\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" preserveaspectratio=\"xMidYMid\" fill=\"#000000\">\n        <g id=\"SVGRepo_bgCarrier\" stroke-width=\"0\"\/>\n        <g id=\"SVGRepo_tracerCarrier\" stroke-linecap=\"round\" stroke-linejoin=\"round\"\/>\n        <g id=\"SVGRepo_iconCarrier\">\n            <path d=\"M255.878 133.451c0-10.734-.871-18.567-2.756-26.69H130.55v48.448h71.947c-1.45 12.04-9.283 30.172-26.69 42.356l-.244 1.622 38.755 30.023 2.685.268c24.659-22.774 38.875-56.282 38.875-96.027\" fill=\"#4285F4\"\/>\n            <path d=\"M130.55 261.1c35.248 0 64.839-11.605 86.453-31.622l-41.196-31.913c-11.024 7.688-25.82 13.055-45.257 13.055-34.523 0-63.824-22.773-74.269-54.25l-1.531.13-40.298 31.187-.527 1.465C35.393 231.798 79.49 261.1 130.55 261.1\" fill=\"#34A853\"\/>\n            <path d=\"M56.281 156.37c-2.756-8.123-4.351-16.827-4.351-25.82 0-8.994 1.595-17.697 4.206-25.82l-.073-1.73L15.26 71.312l-1.335.635C5.077 89.644 0 109.517 0 130.55s5.077 40.905 13.925 58.602l42.356-32.782\" fill=\"#FBBC05\"\/>\n            <path d=\"M130.55 50.479c24.514 0 41.05 10.589 50.479 19.438l36.844-35.974C195.245 12.91 165.798 0 130.55 0 79.49 0 35.393 29.301 13.925 71.947l42.211 32.783c10.59-31.477 39.891-54.251 74.414-54.251\" fill=\"#EB4335\"\/>\n        <\/g>\n    <\/svg><br \/>\n    <span class=\"text-xs font-medium text-black\"> Add <span class=\"inline-flex items-center\"><br \/>\n            <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.cnnindonesia.com\/cnnid\/images\/logo.png?v=12.3.4\" alt=\"\" class=\"w-[14px]\"\/><br \/>\n        <\/span> as a preferred <br \/>source on Google <\/span><br \/>\n    <span><br \/>\n        <svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" viewbox=\"0 0 12 12\" fill=\"none\">\n            <path d=\"M10.8333 6.66667H6.66667V10.8333C6.66667 11.2917 6.29167 11.6667 5.83333 11.6667C5.375 11.6667 5 11.2917 5 10.8333V6.66667H0.833333C0.375 6.66667 0 6.29167 0 5.83333C0 5.375 0.375 5 0.833333 5H5V0.833333C5 0.375 5.375 0 5.83333 0C6.29167 0 6.66667 0.375 6.66667 0.833333V5H10.8333C11.2917 5 11.6667 5.375 11.6667 5.83333C11.6667 6.29167 11.2917 6.66667 10.8333 6.66667Z\" fill=\"black\"\/>\n        <\/svg><br \/>\n    <\/span><br \/>\n<\/a><\/p>\n<p>                            <!-- s:banner newstag --><br \/>\n                                                         <!-- e:banner newstag --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/embed\/video\/1322141\" id=\"idautovideocnn\" class=\"embed autovideocnn\" dtr-evt=\"box aevp\" dtr-sec=\"box aevp\" dtr-act=\"box aevp\" dtr-ttl=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/embed\/video\/1322141\" onclick=\"_pt(this)\">[Gambas:Video CNN]<br \/><\/a><\/p>\n<p>                            <!-- s:fokus  --><\/p>\n<p>                            <!-- e:fokus  --><\/p>\n<\/div>\n<p><script>\n    !function(f,b,e,v,n,t,s){if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n    n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};if(!f._fbq)f._fbq=n;\n    n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n    t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window,\n    document,'script','\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n    fbq('init', '1047303935301449');\n    fbq('track', \"PageView\");\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/gaya-hidup\/20260506200314-284-1355929\/apa-benar-banyak-memendam-amarah-dan-emosi-bikin-cepat-mati\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, CNN Indonesia &#8212; Marah dipendam, sedih ditutupi, kecewa diabaikan. Bagi sebagian orang, menahan emosi dianggap sebagai cara paling aman untuk menghindari konflik, menjaga citra agar terlihat kuat, atau sekadar menjaga keharmonisan hubungan dengan orang lain. Padahal, kebiasaan memendam perasaan secara terus-menerus bukanlah pilihan yang bijak. Lantas, benarkah kebiasaan ini dapat memperburuk kondisi tubuh hingga<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5759,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-5758","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-uncategorized"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5758","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5758"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5758\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5759"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5758"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5758"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5758"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}