{"id":5016,"date":"2026-05-04T05:23:54","date_gmt":"2026-05-04T05:23:54","guid":{"rendered":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/2026\/05\/04\/dpr-minta-pemerintah-dampingi-korban-pencabulan-pendiri-ponpes-di-pati\/"},"modified":"2026-05-04T05:23:54","modified_gmt":"2026-05-04T05:23:54","slug":"dpr-minta-pemerintah-dampingi-korban-pencabulan-pendiri-ponpes-di-pati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/2026\/05\/04\/dpr-minta-pemerintah-dampingi-korban-pencabulan-pendiri-ponpes-di-pati\/","title":{"rendered":"DPR Minta Pemerintah Dampingi Korban Pencabulan Pendiri Ponpes di Pati"},"content":{"rendered":"<p><br \/>\n<\/p>\n<div wp_automatic_readability=\"198.81230686551\">\n<p>                            <!-- S: Table Of Content--><br \/>\n                                                        <!-- E: Table Of Content--><\/p>\n<p>                            <strong>Jakarta, CNN Indonesia<\/strong> &#8212; <\/p>\n<p>Para anggota\u00a0<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/tag\/dpr\"><span style=\"color: #ff0000;\">DPR RI<\/span><\/a><\/strong><\/span> buka suara soal dugaan kekerasan seksual yang dilakukan pendiri pondok pesantren (Ponpes) di Pati, Jawa Tengah (Jateng), terhadap\u00a0santriwati-santriwatinya.<\/p>\n<p>Kasus dugaan kekerasan seksual itu ternyata telah dilaporkan pada 2024 silam, dan pendiri ponpes tersebut baru ditetapkan sebagai tersangka pada 28 April lalu.<\/p>\n<p>Anggota DPR dari Fraksi PKB\u00a0 Marwan Jafar meminta pemerintah memastikan adanya pemberian pendampingan psikis, medis, hingga hukum kepada para korban dalam kasus dugaan kekerasan seksual di ponpes yang berada di\u00a0Tlogowungu, Pati, tersebut.<\/p>\n<p><!-- s: parallax --><!-- <center>\n<!-- \n<!-- cnn - desktop - 300x250 (detail) --><br \/>\n<!--\n \n<\/center> --><\/p>\n<div class=\"paradetail\" style=\"clear: both; margin-bottom: 24px;background-color:#F8F8F8; height: 650px;\" wp_automatic_readability=\"7\">\n<p class=\"para_caption\" style=\"display:block;font-size: 9px;color: rgba(0, 0, 0, 0.55);position: relative;margin:5px;text-align: center;left: 0px;right: 0px;letter-spacing: 0.7px;\">&#13;<br \/>\nADVERTISEMENT&#13;\n<\/p>\n<p class=\"para_caption\" style=\"display:block;font-size: 9px;color: rgba(0, 0, 0, 0.55);position: relative;margin: 0px;text-align: center;left: 0px;right: 0px;letter-spacing: 0.7px;\">&#13;<br \/>\nSCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT&#13;\n<\/p>\n<\/div>\n<p><!-- e: parallax --><\/p>\n<p>&#8220;Kita tidak boleh mengabaikan para korban. Mereka harus mendapatkan pendampingan secara menyeluruh, baik psikologis, medis, maupun hukum,&#8221; kata Marwan, Senin (4\/5).<\/p>\n<p><!-- s: static_detail --><center>&#13;<br \/>\n    &#13;<br \/>\n&#13;<br \/>\n&#13;<br \/>\n<\/center><!-- e: static_detail --><\/p>\n<p>Ia lalu mengingatkan pemberian layanan pemulihan trauma pun bernilai penting untuk dilakukan agar korban dapat kembali menjalani kehidupan secara normal, melanjutkan pendidikan, dan tidak terus dibayangi rasa takut serta tekanan batin akibat peristiwa yang dialaminya.<\/p>\n<p>Marwan juga mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan memprosesnya secara hukum dengan hukuman maksimal.<\/p>\n<p>Menurutnya, kasus kekerasan seksual itu tidak hanya memicu keresahan masyarakat, tetapi juga mencoreng\u00a0muruah\u00a0dunia pesantren yang selama ini dikenal sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai moral dan agama.<\/p>\n<p>Marwan menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan secara transparan dan tidak boleh ditutup-tutupi.<\/p>\n<p>Marwan juga meminta Kementerian Agama, khususnya Direktorat Pesantren untuk mengambil langkah tegas dengan mencabut izin operasional serta mengevaluasi secara menyeluruh ponpes itu. Walaupun demikian, ia mengingatkan agar peristiwa ini tidak digeneralisasi sehingga menimbulkan stigma negatif terhadap pesantren lainnya.<\/p>\n<h2 id=\"hukuman-berat\">Hukuman berat<\/h2>\n<p>Sebelumnya, Anggota Komis VIII DPR dari Fraksi PDIP,\u00a0Selly Andriany Gantina meminta pelaku kekerasan seksual di ponpes di Pati tersebut\u00a0dijatuhi hukuman berat&#8211; seperti hukuman maksimal penjara seumur hidup&#8211; apabila terbukti bersalah.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau ada kata lebih dari &#8216;biadab&#8217;, saya pikir pantas disematkan kepada pelaku dan siapapun yang terlibat, hukuman seumur hidup wajib diberlakukan kepadanya,&#8221; kata Selly, Sabtu (2\/5) lalu dikutip dari\u00a0<em>Antara<\/em>.<\/p>\n<p>Selly melihat kasus tersebut merupakan tamparan keras bagi negara dan dunia keagamaan. Ia menilai untuk kesekian kalinya kasus seperti itu kembali terjadi, karena adanya tindakan pengabaian.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan 50 korban santriwati yang didominasi anak yatim piatu, ini menunjukkan adanya kegagalan sistematik perlindungan anak di lingkungan pendidikan agama,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Selly juga menyayangkan dugaan polisi yang abai terhadap laporan korban. Berdasarkan info yang didapatnya\u00a0 korban disebutkan telah melapor ke polisi sejak tahun 2024. Namun, diduga laporan baru ditindaklanjuti beberapa hari terakhir.<\/p>\n<p>Menurut Selly, aparat penegak hukum (APH) itu mengabaikan UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dan UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.<\/p>\n<p>&#8220;Selidiki pula APH yang abai terhadap kasus ini. Kalo perlu pecat mereka, karena mengabaikan masyarakat. Mereka tidak pantas mendapatkan gaji dari negara yang berasal dari uang rakyat,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Dia juga meminta Kementerian PPPA, LPSK, hingga Komnas Anak turun segera melakukan pendampingan psikososial berkelanjutan bagi korban<\/p>\n<p>Kasus itu terungkap setelah ada korban yang telah lulus buka suara atas perlakuan tak senonoh dari AS pada 2024 silam. Dengan dampingan keluarga, dugaan kekerasan seksual itu lalu dilaporkan ke aparat pada September 2024 silam. Namun, lebih dari setahun tak ada kemajuan dalam penyelesaian kasus itu.<\/p>\n<p>Sejumlah warga dan korban berdemonstrasi di depan ponpes tersebut, Sabtu (2\/5).<\/p>\n<p>Sehari kemudian, Minggu (3\/5), Kantor\u00a0Kemenag Pati menyatakan ponpes tersebut direkomendasikan ditutup sementara dan berpeluang ditutup permanen, seraya memberikan opsi bagi para santri dan santriwati di sana saat ini.<\/p>\n<p>Sementara itu, polisi memanggil tersangka AS sebagai tersangka pada Minggu kemarin. AS ternyata telah dijadikan tersangka dalam kasus dugaan kekerasan seksual sejak 28 April lalu.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi terkait penetapan tersangka, itu ditetapkan tersangka pada 28 April 2026, untuk langkah selanjutnya kita lakukan pemanggilan (hari ini). Nanti kita konfirmasi penyelidikan dan akan kita sampaikan kepada media dan masyarakat,&#8221; kata Kabag Ops Polresta Pati, AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata, saat konferensi pers selepas rapat koordinasi dengan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra di Pendopo Kabupaten Pati, Minggu kemarin.<\/p>\n<p>Pihaknya mengaku ada sejumlah kendala dalam penanganan kasus ini. Meski begitu, polisi berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus pemerkosaan di lingkungan ponpes AS.<\/p>\n<p>&#8220;Intinya ada beberapa perhatian dan atensi terkait kasus ponpes ini mendapat dukungan penuh untuk penyelidikannya di Polresta Pati dalam perkara ini, sehingga akan terus berprogres perkara ini dan rekan-rekan akan mendapatkan informasi lebih lanjut,&#8221; terang dia.<\/p>\n<p>Di tempat yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, mengatakan AS mendirikan ponpes yang berada di Kecamatan Tologowungu tersebut pada 2021.<\/p>\n<p>Syaiku\u00a0mengatakan telah memberikan tiga keputusan atas kejadian dugaan pencabulan di ponpes Pati oleh oknum pengasuh ponpesnya.<\/p>\n<p>&#8220;Dari Dirjen Pesantren Kementerian Agama ada tiga rekomendasi. Pertama menutup sementara artinya pada tahun pelajaran ini tidak boleh menerima santri baru, kedua opsinya pengasuh itu memang sudah harus terpisah di yayasan artinya tidak di yayasan itu. Rekomendasi ketiga kalau memang poin kesatu, kedua tidak diindahkan maka Kementerian Agama akan menutup permanen,&#8221; kata Syaiku.<\/p>\n<p>Syaiku mengatakan untuk siswa MI kelas 6 yang sedang menjalani ujian akan tetap melaksanakan tes dengan didampingi oleh para guru dan Kemenag Pati.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk teman-teman siswa masih kelas 6 MI karena besok Senin itu mulai ujian sampai 12 Mei 2025 anak kelas 6 tetap di situ dengan didampingi oleh gurunya,&#8221; jelas dia.<\/p>\n<p>Sementara itu, Plt\u00a0 Bupati Pati Risma Ardhi\u00a0 mengusulkan kepada pemerintah pusat agar mencabut secara permanen izin operasional pondok pesantren itu secara permanen.<\/p>\n<p>&#8220;Usulan tersebut kami sampaikan kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi saat rapat koordinasi untuk memastikan penanganan dan perlindungan bagi para santri,&#8221; ujar Risma usai menerima kunjungan Menteri PPPA di Pendopo Kabupaten Pati, Minggu kemrin.<\/p>\n<p>Ia menyampaikan apresiasi atas respons cepat Kementerian PPPA dalam menindaklanjuti kasus tersebut.<\/p>\n<p>Menurut dia, Kementerian PPPA saat ini juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait pencabutan izin operasional pondok pesantren guna mencegah terulangnya kasus serupa.<\/p>\n<p>Risma menambahkan operasional pondok pesantren tersebut telah dihentikan, termasuk penerimaan peserta didik baru.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk sementara sudah ditutup dan tidak menerima siswa baru,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p> <strong>(thr\/kid)<\/strong><br \/>\n                            <a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/outboundlinks?url=https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/www.cnnindonesia.com\" target=\"_blank\" class=\"border border-black-light3 rounded-md flex gap-2 items-center w-fit p-2 my-6\" dtr-evt=\"detail artikel\" dtr-sec=\"google preferred source\" dtr-act=\"google preferred source\" onclick=\"_pt(this)\"><br \/>\n    <svg width=\"24px\" height=\"32px\" viewbox=\"-3 0 262 262\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" preserveaspectratio=\"xMidYMid\" fill=\"#000000\">\n        <g id=\"SVGRepo_bgCarrier\" stroke-width=\"0\"\/>\n        <g id=\"SVGRepo_tracerCarrier\" stroke-linecap=\"round\" stroke-linejoin=\"round\"\/>\n        <g id=\"SVGRepo_iconCarrier\">\n            <path d=\"M255.878 133.451c0-10.734-.871-18.567-2.756-26.69H130.55v48.448h71.947c-1.45 12.04-9.283 30.172-26.69 42.356l-.244 1.622 38.755 30.023 2.685.268c24.659-22.774 38.875-56.282 38.875-96.027\" fill=\"#4285F4\"\/>\n            <path d=\"M130.55 261.1c35.248 0 64.839-11.605 86.453-31.622l-41.196-31.913c-11.024 7.688-25.82 13.055-45.257 13.055-34.523 0-63.824-22.773-74.269-54.25l-1.531.13-40.298 31.187-.527 1.465C35.393 231.798 79.49 261.1 130.55 261.1\" fill=\"#34A853\"\/>\n            <path d=\"M56.281 156.37c-2.756-8.123-4.351-16.827-4.351-25.82 0-8.994 1.595-17.697 4.206-25.82l-.073-1.73L15.26 71.312l-1.335.635C5.077 89.644 0 109.517 0 130.55s5.077 40.905 13.925 58.602l42.356-32.782\" fill=\"#FBBC05\"\/>\n            <path d=\"M130.55 50.479c24.514 0 41.05 10.589 50.479 19.438l36.844-35.974C195.245 12.91 165.798 0 130.55 0 79.49 0 35.393 29.301 13.925 71.947l42.211 32.783c10.59-31.477 39.891-54.251 74.414-54.251\" fill=\"#EB4335\"\/>\n        <\/g>\n    <\/svg><br \/>\n    <span class=\"text-xs font-medium text-black\"> Add <span class=\"inline-flex items-center\"><br \/>\n            <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.cnnindonesia.com\/cnnid\/images\/logo.png?v=12.3.4\" alt=\"\" class=\"w-[14px]\"\/><br \/>\n        <\/span> as a preferred <br \/>source on Google <\/span><br \/>\n    <span><br \/>\n        <svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" viewbox=\"0 0 12 12\" fill=\"none\">\n            <path d=\"M10.8333 6.66667H6.66667V10.8333C6.66667 11.2917 6.29167 11.6667 5.83333 11.6667C5.375 11.6667 5 11.2917 5 10.8333V6.66667H0.833333C0.375 6.66667 0 6.29167 0 5.83333C0 5.375 0.375 5 0.833333 5H5V0.833333C5 0.375 5.375 0 5.83333 0C6.29167 0 6.66667 0.375 6.66667 0.833333V5H10.8333C11.2917 5 11.6667 5.375 11.6667 5.83333C11.6667 6.29167 11.2917 6.66667 10.8333 6.66667Z\" fill=\"black\"\/>\n        <\/svg><br \/>\n    <\/span><br \/>\n<\/a><\/p>\n<p>                            <!-- s:banner newstag --><br \/>\n                                                         <!-- e:banner newstag --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/embed\/video\/1351792\" id=\"idautovideocnn\" class=\"embed autovideocnn\" dtr-evt=\"box aevp\" dtr-sec=\"box aevp\" dtr-act=\"box aevp\" dtr-ttl=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/embed\/video\/1351792\" onclick=\"_pt(this)\">[Gambas:Video CNN]<br \/><\/a><\/p>\n<p>                            <!-- s:fokus  --><\/p>\n<p>                            <!-- e:fokus  --><\/p>\n<\/div>\n<p><script>\n    !function(f,b,e,v,n,t,s){if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n    n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};if(!f._fbq)f._fbq=n;\n    n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n    t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window,\n    document,'script','\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n    fbq('init', '1047303935301449');\n    fbq('track', \"PageView\");\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260504114712-32-1354819\/dpr-minta-pemerintah-dampingi-korban-pencabulan-pendiri-ponpes-di-pati\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, CNN Indonesia &#8212; Para anggota\u00a0DPR RI buka suara soal dugaan kekerasan seksual yang dilakukan pendiri pondok pesantren (Ponpes) di Pati, Jawa Tengah (Jateng), terhadap\u00a0santriwati-santriwatinya. Kasus dugaan kekerasan seksual itu ternyata telah dilaporkan pada 2024 silam, dan pendiri ponpes tersebut baru ditetapkan sebagai tersangka pada 28 April lalu. Anggota DPR dari Fraksi PKB\u00a0 Marwan Jafar<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5017,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-5016","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-uncategorized"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5016","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5016"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5016\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5017"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5016"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5016"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5016"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}