{"id":4657,"date":"2026-05-02T01:51:21","date_gmt":"2026-05-02T01:51:21","guid":{"rendered":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/2026\/05\/02\/saham-nyangkut-saat-ihsg-jatuh-dijual-atau-ditahan\/"},"modified":"2026-05-02T01:51:21","modified_gmt":"2026-05-02T01:51:21","slug":"saham-nyangkut-saat-ihsg-jatuh-dijual-atau-ditahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/2026\/05\/02\/saham-nyangkut-saat-ihsg-jatuh-dijual-atau-ditahan\/","title":{"rendered":"Saham Nyangkut saat IHSG Jatuh, Dijual atau Ditahan?"},"content":{"rendered":"<p><br \/>\n<\/p>\n<div>\n                                                        <strong>Jakarta, CNN Indonesia<\/strong> &#8212; <\/p>\n<p>Indeks Harga\u00a0<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/tag\/saham\"><span style=\"color: #ff0000;\">Saham<\/span><\/a><\/strong><\/span> Gabungan (<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/tag\/ihsg\"><span style=\"color: #ff0000;\">IHSG<\/span><\/a><\/strong><\/span>) mencatat tren penurunan sepanjang April 2026. Selama periode ini, IHSG turun 3,17 persen atau 227,64 poin ke level 6.956.<\/p>\n<p>Tekanan IHSG datang dari berbagai sentimen, mulai dari pelemahan rupiah, arus keluar modal asing, hingga ketidakpastian global.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut tentu membuat sebagian investor kelimpungan untuk menentukan strategi yang tepat saat tekanan datang dari kondisi internal maupun eksternal Tanah Air.<\/p>\n<p><!-- s: parallax --> <\/p>\n<div class=\"paradetail\" style=\"clear: both; margin-bottom: 24px;background-color:#F8F8F8; height: 650px;\">\n<p class=\"para_caption\" style=\"display:block;font-size: 9px;color: rgba(0, 0, 0, 0.55);position: relative;margin:5px;text-align: center;left: 0px;right: 0px;letter-spacing: 0.7px;\">&#13;<br \/>\nADVERTISEMENT&#13;\n<\/p>\n<p class=\"para_caption\" style=\"display:block;font-size: 9px;color: rgba(0, 0, 0, 0.55);position: relative;margin: 0px;text-align: center;left: 0px;right: 0px;letter-spacing: 0.7px;\">&#13;<br \/>\nSCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT&#13;\n<\/p>\n<\/div>\n<p><!-- e: parallax --><\/p>\n<p>Meskipun begitu, para analis pasar modal menganjurkan agar investor Tanah Air bisa tetap tenang namun tetap selalu waspada akan kemungkinan yang bisa terjadi ke depan.\u00a0<\/p>\n<p><!-- s: static_detail --><center>&#13;<br \/>\n&#13;<br \/>\n<\/center><!-- e: static_detail --><\/p>\n<p>Untuk itu, ada beberapa hal yang bisa diterapkan investor untuk tetap tenang dan waspada di situasi saat ini.<\/p>\n<p><strong>1. Jangan Terburu-buru Cut Loss<\/strong><\/p>\n<p>VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi menyarankan investor menahan (<em>hold<\/em>) saham yang dimiliki. Namun, keputusan tersebut harus disertai sejumlah pertimbangan, terutama dari sisi fundamental.<\/p>\n<p>&#8220;Kami berpandangan dengan kondisi saat ini maka keputusan\u00a0<em>hold<\/em> saham untuk penurunan lebih dari 30 persen harus memiliki pondasi fundamental yang solid, baik dari operasional hingga kesehatan neraca,&#8221; katanya kepada\u00a0<em>CNNIndonesia.com<\/em>, Jumat (1\/5).<\/p>\n<p>Selama statusnya masih <em>unrealized loss<\/em> (kerugian belum direalisasikan), investor dinilai masih\u00a0berpotensi untuk\u00a0memperoleh keuntungan saat pasar mengalami <em>technical rebound<\/em>.<\/p>\n<p>Ia juga menekankan agar investor lebih selektif dalam memilih emiten, khususnya yang tetap kuat secara fundamental, serta mampu bertahan di tengah tekanan pasar.<\/p>\n<p>Pandangan serupa disampaikan Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji\u00a0yang menyarankan investor untuk menahan saham dan fokus pada manajemen risiko.<\/p>\n<p>&#8220;<em>Hold<\/em> saja karena yang paling penting adalah <em>risk management<\/em>, bisa pakai strategi <em>dollar cost averaging<\/em> atau <em>averaging down<\/em>,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia menilai strategi tersebut lebih baik dibandingkan <em>cut loss<\/em> karena masih berada pada posisi <em>unrealized loss<\/em>. Jika pasar berbalik arah dan mengalami <em>rebound<\/em>, investor berpotensi memperoleh keuntungan.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau misalnya IHSG bisa mengalami <em>pullback<\/em> atau <em>technical rebound<\/em>, tentunya bisa dapat <em>profit gain<\/em>,&#8221; ujar Nafan.<\/p>\n<p><strong>2. Terapkan Dollar Cost Averaging (Cicil Bertahap)<\/strong><\/p>\n<p>Strategi lain yang bisa diterapkan adalah tidak menggunakan seluruh &#8220;peluru&#8221; atau modal\u00a0secara sekaligus. Ini mengingat kondisi pasar cenderung masih volatil (naik-turun secara tajam), sehingga membutuhkan strategi pembelian secara bertahap.<\/p>\n<p>Strategi ini dapat membantu\u00a0investor untuk mendapatkan harga rata-rata yang lebih baik. Selain itu, investor disarankan menghindari saham dengan eksposur tinggi terhadap dolar AS, baik dari sisi utang maupun impor.<\/p>\n<p>&#8220;Sehingga, keputusan strategi <em>Dollar cost averaging<\/em> masih rasional di tengah tekanan pasar, tetapi lebih selektif,&#8221; ujar Oktavianus.<\/p>\n<p>Investor juga perlu memerhatikan seberapa besar emiten terpapar\u00a0dampak volatilitas nilai tukar Dolar AS. Itu termasuk menghindari emiten dengan catatan utang dalam mata uang asing dan kinerja perusahaan bergantung pada bahan baku impor.<\/p>\n<p>&#8220;Jangan gunakan semua peluru karena IHSG masih volatil, maka lakukan pembelian secara bertahap (<em>averaging<\/em>). Kita tidak pernah tahu di mana <em>bottom<\/em> sebenarnya sampai ia sudah lewat,&#8221; ujar Nafan.<\/p>\n<p><strong>3. Selektif Memilah Saham\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Keputusan untuk menahan saham harus dibarengi riset mendalam. Untuk itu, Oktavianus\u00a0menekankan pentingnya memastikan pondasi operasional emiten yang solid, disertai neraca keuangan yang sehat.<\/p>\n<p>Sementara itu, Nafan\u00a0menyarankan investor\u00a0untuk menerapkan strategi <em>value investing<\/em> dengan memilih saham yang secara fundamental masih murah, tetapi memiliki prospek pertumbuhan.<\/p>\n<p>Diversifikasi juga menjadi hal penting dengan mengombinasikan saham defensif seperti perbankan dan konsumsi non-siklikal, dengan saham berbasis pertumbuhan seperti pertambangan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=Q3CLS2KZqMg&amp;t=2s\" id=\"idyoutube\" class=\"embed youtube\" rel=\"nofollow\">[Gambas:Youtube]<\/a><\/p>\n<div class=\"no-oembed\" style=\"display:none;\">\n<p><strong>4. Lakukan Rotasi Saham Sektoral\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Oktavianus\u00a0menyatakan tekanan IHSG\u00a0saat ini dipicu berbagai sentimen, baik dari dalam negeri maupun global.<\/p>\n<p>Domestik, tekanan berasal dari pelemahan rupiah, arus keluar modal asing, penurunan <em>outlook<\/em> <em>rating<\/em> dari beberapa lembaga pemeringkat global, kekhawatiran akan tekanan fiskal, hingga kebijakan MSCI terhadap saham Indonesia.<\/p>\n<p>Sementara dari eksternal, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran turut memengaruhi pasar, terutama melalui sektor energi.<\/p>\n<p>&#8220;Maka pasar cenderung terjadi rotasi sektoral dari yang sensitif terhadap ekonomi makro ke sektor yang berkorelasi positif dengan kondisi geopolitik, seperti energi dan komoditas,&#8221; ujar Oktavianus.<\/p>\n<p>Adapun Nafan mengingatkan bahwa ketidakpastian merupakan hal yang wajar di pasar setiap tahun. Oleh karena itu, manajemen risiko menjadi kunci untuk meminimalkan dampak terhadap portofolio.<\/p>\n<p><strong>5. Incar Dividen dan Value Investing<\/strong><\/p>\n<p>Nafan\u00a0memaparkan sejumlah strategi investasi yang bisa dipertimbangkan pada 2026. Salah satunya fokus pada saham dengan dividen tinggi, dengan kisaran imbal hasil sekitar 4-7 persen.<\/p>\n<p>Di samping itu, investor perlu memilah saham yang secara fundamental masih murah (undervalued) namun memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang cerah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/embed\/video\/1323235\" target=\"_blank\" class=\"embed videocnn\">[Gambas:Video CNN]<\/a><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p>                            <a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/outboundlinks?url=https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/www.cnnindonesia.com\" target=\"_blank\" class=\"border border-black-light3 rounded-md flex gap-2 items-center w-fit p-2 my-6\" dtr-evt=\"detail artikel\" dtr-sec=\"google preferred source\" dtr-act=\"google preferred source\" onclick=\"_pt(this)\"><br \/>\n    <svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"24px\" height=\"32px\" viewbox=\"-3 0 262 262\" preserveaspectratio=\"xMidYMid\" fill=\"#000000\">\n        <g id=\"SVGRepo_bgCarrier\" stroke-width=\"0\"\/>\n        <g id=\"SVGRepo_tracerCarrier\" stroke-linecap=\"round\" stroke-linejoin=\"round\"\/>\n        <g id=\"SVGRepo_iconCarrier\">\n            <path d=\"M255.878 133.451c0-10.734-.871-18.567-2.756-26.69H130.55v48.448h71.947c-1.45 12.04-9.283 30.172-26.69 42.356l-.244 1.622 38.755 30.023 2.685.268c24.659-22.774 38.875-56.282 38.875-96.027\" fill=\"#4285F4\"\/>\n            <path d=\"M130.55 261.1c35.248 0 64.839-11.605 86.453-31.622l-41.196-31.913c-11.024 7.688-25.82 13.055-45.257 13.055-34.523 0-63.824-22.773-74.269-54.25l-1.531.13-40.298 31.187-.527 1.465C35.393 231.798 79.49 261.1 130.55 261.1\" fill=\"#34A853\"\/>\n            <path d=\"M56.281 156.37c-2.756-8.123-4.351-16.827-4.351-25.82 0-8.994 1.595-17.697 4.206-25.82l-.073-1.73L15.26 71.312l-1.335.635C5.077 89.644 0 109.517 0 130.55s5.077 40.905 13.925 58.602l42.356-32.782\" fill=\"#FBBC05\"\/>\n            <path d=\"M130.55 50.479c24.514 0 41.05 10.589 50.479 19.438l36.844-35.974C195.245 12.91 165.798 0 130.55 0 79.49 0 35.393 29.301 13.925 71.947l42.211 32.783c10.59-31.477 39.891-54.251 74.414-54.251\" fill=\"#EB4335\"\/>\n        <\/g>\n    <\/svg><br \/>\n    <span class=\"text-xs font-medium text-black\"> Add <span class=\"inline-flex items-center\"><br \/>\n            <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.cnnindonesia.com\/cnnid\/images\/logo.png?v=12.3.4\" alt=\"\" class=\"w-[14px]\"\/><br \/>\n        <\/span> as a preferred <br \/>source on Google <\/span><br \/>\n    <span><br \/>\n        <svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" viewbox=\"0 0 12 12\" fill=\"none\">\n            <path d=\"M10.8333 6.66667H6.66667V10.8333C6.66667 11.2917 6.29167 11.6667 5.83333 11.6667C5.375 11.6667 5 11.2917 5 10.8333V6.66667H0.833333C0.375 6.66667 0 6.29167 0 5.83333C0 5.375 0.375 5 0.833333 5H5V0.833333C5 0.375 5.375 0 5.83333 0C6.29167 0 6.66667 0.375 6.66667 0.833333V5H10.8333C11.2917 5 11.6667 5.375 11.6667 5.83333C11.6667 6.29167 11.2917 6.66667 10.8333 6.66667Z\" fill=\"black\"\/>\n        <\/svg><br \/>\n    <\/span><br \/>\n<\/a>                            <\/p>\n<p>                            <!-- s:banner newstag --><\/p>\n<p><!-- \/4905536\/CNN_desktop\/cnn_ekonomi\/newstag --><\/p>\n<p><!-- <\/div>\n\n --><\/p>\n<p><!--  --><br \/>\n                            <!-- e:banner newstag --><\/p>\n<hr class=\"my-5\"\/><\/div>\n<p><script>\n    !function(f,b,e,v,n,t,s){if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n    n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};if(!f._fbq)f._fbq=n;\n    n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n    t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window,\n    document,'script','\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n    fbq('init', '1047303935301449');\n    fbq('track', \"PageView\");\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/ekonomi\/20260501203031-83-1354271\/saham-nyangkut-saat-ihsg-jatuh-dijual-atau-ditahan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, CNN Indonesia &#8212; Indeks Harga\u00a0Saham Gabungan (IHSG) mencatat tren penurunan sepanjang April 2026. Selama periode ini, IHSG turun 3,17 persen atau 227,64 poin ke level 6.956. Tekanan IHSG datang dari berbagai sentimen, mulai dari pelemahan rupiah, arus keluar modal asing, hingga ketidakpastian global. Kondisi tersebut tentu membuat sebagian investor kelimpungan untuk menentukan strategi yang<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4658,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-4657","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-uncategorized"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4657","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4657"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4657\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4658"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4657"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4657"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/breakingnews4you.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4657"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}