Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jadwal Final Thomas Cup 2026: China vs Prancis

    May 3, 2026

    Apakah Kentang Aman untuk Penderita Asam Lambung? Ini Penjelasannya

    May 3, 2026

    Dokter Internship RS Jambi Meninggal, Kemenkes Kirim Tim Investigasi

    May 3, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • News
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram
    My ShopMy Shop
    • News
    • Politik
    • LHKPN
    • Ekonomi
    • Timeless
    My ShopMy Shop
    Home»Uncategorized»Wajah Lain Pasar Kerja Global dan Tantangan Kualitas Pekerjaan
    Uncategorized

    Wajah Lain Pasar Kerja Global dan Tantangan Kualitas Pekerjaan

    adminBy adminMay 3, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email



    Jakarta, CNN Indonesia —

    Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) mengungkap kondisi pasar tenaga kerja global pada 2026 yang tampak stabil di permukaan, tetapi menyimpan persoalan mendasar terkait kualitas pekerjaan.

    Dalam laporan Employment and Social Trends 2026, tingkat pengangguran global diproyeksikan bertahan di angka 4,9 persen. Namun di balik itu, sekitar 284 juta pekerja masih hidup dalam kemiskinan ekstrem, serta lebih dari 2 miliar pekerja berada di sektor informal.

    ILO menilai stagnasi ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global, perlambatan pertumbuhan produktivitas, serta transformasi struktural yang berjalan lambat. Kondisi tersebut membuat penciptaan pekerjaan berkualitas tertinggal dibanding pertumbuhan ekonomi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan kondisi ini menciptakan semacam ‘ilusi’ penyerapan tenaga kerja.

    “Situasinya memang ada pekerja yang seolah terserap di pasar tenaga kerja, tapi sebagian besar beralih ke sektor informal. Ini menyebabkan kemiskinan struktural dan pertumbuhan pendapatan riil yang melambat,” ujar Bhima kepada CNNIndonesia.com, Rabu (29/4).



    Ia menilai penurunan angka pengangguran terbuka tidak serta-merta mencerminkan perbaikan kualitas pasar kerja. Sebaliknya, saat ini banyak pekerjaan yang tersedia justru memiliki upah rendah, minim perlindungan, dan tanpa kepastian kerja.

    “Kalau tidak diatasi, statistik pengangguran terlihat menurun, tapi kualitas pekerjaan rendah-baik dari sisi upah, keselamatan kerja, maupun kepastian kerja. Apalagi pekerja informal umumnya tidak punya jenjang karier,” katanya.

    Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai indikator pengangguran saja tidak cukup untuk menggambarkan kondisi riil pasar tenaga kerja.

    “Secara global terlihat stabil, tapi kalau masuk ke indikator yang lebih dalam, ada selisih besar antara pengangguran resmi dan jobs gap. Artinya banyak orang sebenarnya ingin bekerja, tapi tidak tercatat dalam statistik,” ujarnya.

    Menurut Yusuf, kondisi ini mencerminkan tingginya underutilization of labor, bukan sekadar pengangguran terbuka. Underutilization of labor adalah kondisi ketika tenaga kerja tidak dimanfaatkan secara optimal, meski mereka secara resmi tidak semuanya tercatat sebagai pengangguran. Sederhananya, orangnya bekerja, tapi kerjanya tidak penuh atau tidak maksimal, misalkan karena jam kerja sedikit atau upah tak layak.

    Di saat yang sama, Yusuf mengatakan dominasi sektor informal dan tingginya jumlah pekerja miskin menunjukkan lemahnya kualitas pekerjaan yang tersedia.

    Ia juga menyoroti perlambatan transformasi struktural, yakni perpindahan tenaga kerja dari sektor informal ke formal yang seharusnya mendorong produktivitas dan kenaikan upah.

    “Sekarang proses itu melambat. Artinya, ekonomi tetap tumbuh, tapi penciptaan pekerjaan berkualitas tidak optimal,” jelasnya.

    Dalam konteks Indonesia, kondisi ini dinilai berisiko menahan perbaikan struktur ekonomi. Yusuf memperingatkan potensi jebakan kelas menengah dari sisi pasar tenaga kerja.

    “Kita tidak lagi cukup kompetitif di sektor padat karya murah, tapi juga belum unggul di sektor berbasis teknologi dan keterampilan tinggi,” katanya.

    [Gambas:Video CNN]

    (lau/pta)


    Add

    as a preferred
    source on Google










    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    admin
    • Website

    Related Posts

    Jadwal Final Thomas Cup 2026: China vs Prancis

    May 3, 2026

    Apakah Kentang Aman untuk Penderita Asam Lambung? Ini Penjelasannya

    May 3, 2026

    Dokter Internship RS Jambi Meninggal, Kemenkes Kirim Tim Investigasi

    May 3, 2026

    VIDEO: Bentrok Polisi vs Demonstran di Berlin

    May 3, 2026

    Reaksi Widodo C Putro setelah Bawa Garudayaksa ke Super League

    May 3, 2026

    Kenapa Belakangan Pagi Panas, Sore Hujan? Ini Penjelasan BMKG

    May 3, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Jadwal Final Thomas Cup 2026: China vs Prancis

    By adminMay 3, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Final Thomas Cup 2026 bakal diwarnai duel China vs Prancis pada Minggu…

    Apakah Kentang Aman untuk Penderita Asam Lambung? Ini Penjelasannya

    May 3, 2026

    Dokter Internship RS Jambi Meninggal, Kemenkes Kirim Tim Investigasi

    May 3, 2026

    VIDEO: Bentrok Polisi vs Demonstran di Berlin

    May 3, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Jadwal Final Thomas Cup 2026: China vs Prancis

    May 3, 2026

    Apakah Kentang Aman untuk Penderita Asam Lambung? Ini Penjelasannya

    May 3, 2026

    Dokter Internship RS Jambi Meninggal, Kemenkes Kirim Tim Investigasi

    May 3, 2026

    VIDEO: Bentrok Polisi vs Demonstran di Berlin

    May 3, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    About Us
    About Us

    Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: info@example.com
    Contact: +1-320-0123-451

    Our Picks

    The Essential Back-to-Work Style Guide for Women

    January 14, 2020

    How to Find the Best Pet Insurance for Your Dog

    January 14, 2020

    11 Japandi Style Home Decor Finds From Amazon

    January 14, 2020
    New Comments
      Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
      • News
      • Politik
      • LHKPN
      • Ekonomi
      • Timeless
      © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.