Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Arsenal Bisa Unggul 6 Poin Atas Man City Hari Ini

    May 2, 2026

    Imigrasi Gagalkan 23 WNI yang Mau Berangkat Haji secara Ilegal

    May 2, 2026

    India Berapi-api Jelang Lawan Prancis di Semifinal Thomas Cup

    May 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • News
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram
    My ShopMy Shop
    • News
    • Politik
    • LHKPN
    • Ekonomi
    • Timeless
    My ShopMy Shop
    Home»Uncategorized»Saham Nyangkut saat IHSG Jatuh, Dijual atau Ditahan?
    Uncategorized

    Saham Nyangkut saat IHSG Jatuh, Dijual atau Ditahan?

    adminBy adminMay 2, 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email


    Jakarta, CNN Indonesia —

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat tren penurunan sepanjang April 2026. Selama periode ini, IHSG turun 3,17 persen atau 227,64 poin ke level 6.956.

    Tekanan IHSG datang dari berbagai sentimen, mulai dari pelemahan rupiah, arus keluar modal asing, hingga ketidakpastian global.

    Kondisi tersebut tentu membuat sebagian investor kelimpungan untuk menentukan strategi yang tepat saat tekanan datang dari kondisi internal maupun eksternal Tanah Air.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Meskipun begitu, para analis pasar modal menganjurkan agar investor Tanah Air bisa tetap tenang namun tetap selalu waspada akan kemungkinan yang bisa terjadi ke depan. 



    Untuk itu, ada beberapa hal yang bisa diterapkan investor untuk tetap tenang dan waspada di situasi saat ini.

    1. Jangan Terburu-buru Cut Loss

    VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi menyarankan investor menahan (hold) saham yang dimiliki. Namun, keputusan tersebut harus disertai sejumlah pertimbangan, terutama dari sisi fundamental.

    “Kami berpandangan dengan kondisi saat ini maka keputusan hold saham untuk penurunan lebih dari 30 persen harus memiliki pondasi fundamental yang solid, baik dari operasional hingga kesehatan neraca,” katanya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (1/5).

    Selama statusnya masih unrealized loss (kerugian belum direalisasikan), investor dinilai masih berpotensi untuk memperoleh keuntungan saat pasar mengalami technical rebound.

    Ia juga menekankan agar investor lebih selektif dalam memilih emiten, khususnya yang tetap kuat secara fundamental, serta mampu bertahan di tengah tekanan pasar.

    Pandangan serupa disampaikan Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji yang menyarankan investor untuk menahan saham dan fokus pada manajemen risiko.

    “Hold saja karena yang paling penting adalah risk management, bisa pakai strategi dollar cost averaging atau averaging down,” katanya.

    Ia menilai strategi tersebut lebih baik dibandingkan cut loss karena masih berada pada posisi unrealized loss. Jika pasar berbalik arah dan mengalami rebound, investor berpotensi memperoleh keuntungan.

    “Kalau misalnya IHSG bisa mengalami pullback atau technical rebound, tentunya bisa dapat profit gain,” ujar Nafan.

    2. Terapkan Dollar Cost Averaging (Cicil Bertahap)

    Strategi lain yang bisa diterapkan adalah tidak menggunakan seluruh “peluru” atau modal secara sekaligus. Ini mengingat kondisi pasar cenderung masih volatil (naik-turun secara tajam), sehingga membutuhkan strategi pembelian secara bertahap.

    Strategi ini dapat membantu investor untuk mendapatkan harga rata-rata yang lebih baik. Selain itu, investor disarankan menghindari saham dengan eksposur tinggi terhadap dolar AS, baik dari sisi utang maupun impor.

    “Sehingga, keputusan strategi Dollar cost averaging masih rasional di tengah tekanan pasar, tetapi lebih selektif,” ujar Oktavianus.

    Investor juga perlu memerhatikan seberapa besar emiten terpapar dampak volatilitas nilai tukar Dolar AS. Itu termasuk menghindari emiten dengan catatan utang dalam mata uang asing dan kinerja perusahaan bergantung pada bahan baku impor.

    “Jangan gunakan semua peluru karena IHSG masih volatil, maka lakukan pembelian secara bertahap (averaging). Kita tidak pernah tahu di mana bottom sebenarnya sampai ia sudah lewat,” ujar Nafan.

    3. Selektif Memilah Saham 

    Keputusan untuk menahan saham harus dibarengi riset mendalam. Untuk itu, Oktavianus menekankan pentingnya memastikan pondasi operasional emiten yang solid, disertai neraca keuangan yang sehat.

    Sementara itu, Nafan menyarankan investor untuk menerapkan strategi value investing dengan memilih saham yang secara fundamental masih murah, tetapi memiliki prospek pertumbuhan.

    Diversifikasi juga menjadi hal penting dengan mengombinasikan saham defensif seperti perbankan dan konsumsi non-siklikal, dengan saham berbasis pertumbuhan seperti pertambangan.

    [Gambas:Youtube]

    4. Lakukan Rotasi Saham Sektoral 

    Oktavianus menyatakan tekanan IHSG saat ini dipicu berbagai sentimen, baik dari dalam negeri maupun global.

    Domestik, tekanan berasal dari pelemahan rupiah, arus keluar modal asing, penurunan outlook rating dari beberapa lembaga pemeringkat global, kekhawatiran akan tekanan fiskal, hingga kebijakan MSCI terhadap saham Indonesia.

    Sementara dari eksternal, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran turut memengaruhi pasar, terutama melalui sektor energi.

    “Maka pasar cenderung terjadi rotasi sektoral dari yang sensitif terhadap ekonomi makro ke sektor yang berkorelasi positif dengan kondisi geopolitik, seperti energi dan komoditas,” ujar Oktavianus.

    Adapun Nafan mengingatkan bahwa ketidakpastian merupakan hal yang wajar di pasar setiap tahun. Oleh karena itu, manajemen risiko menjadi kunci untuk meminimalkan dampak terhadap portofolio.

    5. Incar Dividen dan Value Investing

    Nafan memaparkan sejumlah strategi investasi yang bisa dipertimbangkan pada 2026. Salah satunya fokus pada saham dengan dividen tinggi, dengan kisaran imbal hasil sekitar 4-7 persen.

    Di samping itu, investor perlu memilah saham yang secara fundamental masih murah (undervalued) namun memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang cerah.

    [Gambas:Video CNN]



    Add

    as a preferred
    source on Google










    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    admin
    • Website

    Related Posts

    Arsenal Bisa Unggul 6 Poin Atas Man City Hari Ini

    May 2, 2026

    Imigrasi Gagalkan 23 WNI yang Mau Berangkat Haji secara Ilegal

    May 2, 2026

    India Berapi-api Jelang Lawan Prancis di Semifinal Thomas Cup

    May 2, 2026

    NYALANG: Meniti Batas Mimpi

    May 2, 2026

    May Day di Bandung Ricuh, Kapolda Ungkap Indikasi Keterlibatan Anarko

    May 2, 2026

    Viral Marselino Tunjukkan Peran Penting Saat Trencin B Hajar Raca 8-2

    May 2, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Arsenal Bisa Unggul 6 Poin Atas Man City Hari Ini

    By adminMay 2, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Arsenal bisa memperlebar jarak dengan Manchester City dalam klasemen Liga Inggris jika menang…

    Imigrasi Gagalkan 23 WNI yang Mau Berangkat Haji secara Ilegal

    May 2, 2026

    India Berapi-api Jelang Lawan Prancis di Semifinal Thomas Cup

    May 2, 2026

    NYALANG: Meniti Batas Mimpi

    May 2, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Arsenal Bisa Unggul 6 Poin Atas Man City Hari Ini

    May 2, 2026

    Imigrasi Gagalkan 23 WNI yang Mau Berangkat Haji secara Ilegal

    May 2, 2026

    India Berapi-api Jelang Lawan Prancis di Semifinal Thomas Cup

    May 2, 2026

    NYALANG: Meniti Batas Mimpi

    May 2, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    About Us
    About Us

    Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: info@example.com
    Contact: +1-320-0123-451

    Our Picks

    The Essential Back-to-Work Style Guide for Women

    January 14, 2020

    How to Find the Best Pet Insurance for Your Dog

    January 14, 2020

    11 Japandi Style Home Decor Finds From Amazon

    January 14, 2020
    New Comments
      Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
      • News
      • Politik
      • LHKPN
      • Ekonomi
      • Timeless
      © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.