Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Semifinal Thomas Cup: China vs Denmark, Prancis vs India

    May 2, 2026

    Ricuh di Bandung saat May Day, Kapolda Pastikan Bukan Massa Buruh

    May 2, 2026

    Daftar 4 Tim Lolos ke Semifinal Thomas Cup 2026

    May 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • News
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram
    My ShopMy Shop
    • News
    • Politik
    • LHKPN
    • Ekonomi
    • Timeless
    My ShopMy Shop
    Home»Uncategorized»Mengapa Makanan Manis Bikin Bahagia? Begini Kaitannya dengan Otak
    Uncategorized

    Mengapa Makanan Manis Bikin Bahagia? Begini Kaitannya dengan Otak

    adminBy adminMay 1, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email



    Jakarta, CNN Indonesia —

    Saat merasa sedih atau lelah, tak sedikit orang langsung mencari makanan atau minuman manis. Mulai dari cokelat, kue, kopi susu, hingga boba, semua terasa seperti penyelamat yang bisa mengembalikan mood dalam sekejap.

    Sensasi ini sering dianggap sekadar kebiasaan atau bagian dari comfort food. Di balik rasa lega setelah makan manis, ada proses biologis yang memang terjadi di dalam tubuh, khususnya di otak.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Kaitan makanan manis dengan otak

    Sejumlah studi menunjukkan, rasa manis secara alami mampu mengaktifkan sistem reward di otak, yakni bagian yang berkaitan dengan rasa senang, motivasi, hingga dorongan untuk mengulang suatu perilaku. Inilah yang membuat makanan manis terasa begitu memuaskan.

    Lalu, apa sebenarnya yang terjadi di dalam tubuh saat kita mengonsumsi makanan manis, hingga bisa memengaruhi perasaan?

    Menurut penelitian Sunil Kumar Sukumaran dan Salin Raj Palayyan dalam International Journal of Molecular Sciences (2022), rasa manis bukan sekadar sensasi di lidah, tetapi sinyal biologis penting bagi tubuh.

    Manusia memang diprogram untuk menyukai rasa manis karena menandakan adanya sumber energi cepat, yaitu gula. Oleh karena itu, ketika lidah mendeteksi rasa manis, otak langsung memberi respons positif. Respons ini membuat kita cenderung:

    • merasa senang
    • ingin mengulang pengalaman tersebut
    • dan mengaitkan makanan manis dengan rasa nyaman

    Ini menandakan bahwa rasa manis memang dirancang untuk disukai oleh tubuh.

    Gula memicu dopamin, hormon rasa senang

    Efek bahagia setelah makan manis juga berkaitan dengan dopamin, zat kimia di otak yang berperan dalam sistem reward.

    Studi oleh Molly McDougle dkk. yang dipublikasi di jurnal Cell Metabolism pada 2024 menemukan, gula dapat memicu pelepasan dopamin melalui jalur tertentu di otak.

    Menariknya, sinyal ini tidak hanya berasal dari lidah, tetapi juga dari usus. Temuan ini menunjukkan, tubuh tidak hanya merasakan manis di mulut, tetapi juga mengenali gula sebagai sumber energi di dalam sistem pencernaan, lalu mengirim sinyal ke otak untuk memperkuat rasa senang, dan mendorong perilaku untuk mengonsumsi ulang.

    Inilah yang membuat makanan manis sering terasa nagih. Ada peta rasa senang di otak manusia.

    Studi juga menjelaskan, otak manusia memiliki pola aktivitas khusus saat merasakan kesenangan. Pola ini muncul ketika seseorang menikmati sesuatu yang menyenangkan, termasuk makanan dengan rasa enak seperti manis.

    Saat kita makan makanan manis, area otak terkait pleasure aktif, sehingga sinyal “ini menyenangkan” makin kuat, dan pengalaman itu tersimpan sebagai sesuatu yang ingin diulang.

    Ini menjelaskan mengapa makanan manis sering dikaitkan dengan mood booster, meski efeknya bisa bersifat sementara.

    Secara alami memang membuat senang, tetapi konsumsi makanan manis yang berlebihan bisa berdampak sebaliknya. Karena sistem reward terus terstimulasi, tubuh bisa terbiasa dan membutuhkan lebih banyak gula untuk mendapatkan efek yang sama.

    Dalam jangka panjang, hal ini bisa berujung pada kebiasaan makan berlebih, peningkatan berat badan, hingga risiko penyakit seperti diabetes. Oleh karena itu, penting untuk tetap menjaga keseimbangan.

    (anm/rti)


    Add

    as a preferred
    source on Google





    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    admin
    • Website

    Related Posts

    Semifinal Thomas Cup: China vs Denmark, Prancis vs India

    May 2, 2026

    Ricuh di Bandung saat May Day, Kapolda Pastikan Bukan Massa Buruh

    May 2, 2026

    Daftar 4 Tim Lolos ke Semifinal Thomas Cup 2026

    May 1, 2026

    Kokoh di Netflix, Apakah Kpop Demon Hunters Ada Kelanjutannya?

    May 1, 2026

    Susunan Pemain Indonesia vs Korea di Uber Cup: Ana/Tiwi Comeback

    May 1, 2026

    Wellnest Festival Vol 2 Digelar 22-23 Mei, Buruan Daftar di Sini!

    May 1, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Semifinal Thomas Cup: China vs Denmark, Prancis vs India

    By adminMay 2, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Babak semifinal Thomas Cup 2026 akan digelar hari ini, Sabtu (2/5). China…

    Ricuh di Bandung saat May Day, Kapolda Pastikan Bukan Massa Buruh

    May 2, 2026

    Daftar 4 Tim Lolos ke Semifinal Thomas Cup 2026

    May 1, 2026

    Kokoh di Netflix, Apakah Kpop Demon Hunters Ada Kelanjutannya?

    May 1, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Semifinal Thomas Cup: China vs Denmark, Prancis vs India

    May 2, 2026

    Ricuh di Bandung saat May Day, Kapolda Pastikan Bukan Massa Buruh

    May 2, 2026

    Daftar 4 Tim Lolos ke Semifinal Thomas Cup 2026

    May 1, 2026

    Kokoh di Netflix, Apakah Kpop Demon Hunters Ada Kelanjutannya?

    May 1, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    About Us
    About Us

    Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: info@example.com
    Contact: +1-320-0123-451

    Our Picks

    The Essential Back-to-Work Style Guide for Women

    January 14, 2020

    How to Find the Best Pet Insurance for Your Dog

    January 14, 2020

    11 Japandi Style Home Decor Finds From Amazon

    January 14, 2020
    New Comments
      Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
      • News
      • Politik
      • LHKPN
      • Ekonomi
      • Timeless
      © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.